Internasional

Iran Ajukan Proposal Damai Baru ke AS, Begini Isinya

luc, CNBC Indonesia
Selasa, 19/05/2026 20:10 WIB
Foto: Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. (iStockphoto/studiocasper)

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran mengajukan proposal damai terbaru kepada Amerika Serikat yang mencakup penghentian konflik di seluruh kawasan, termasuk Lebanon, penarikan pasukan AS dari wilayah dekat Iran, hingga tuntutan kompensasi atas kerusakan akibat perang AS-Israel.

Proposal itu muncul ketika peluang tercapainya kesepakatan baru antara Washington dan Teheran kembali menghangat di tengah kebuntuan perang yang sudah berlangsung berbulan-bulan.

Media pemerintah Iran, IRNA, pada Selasa (19/5/2026) melaporkan proposal terbaru tersebut menjadi tawaran baru Teheran kepada Washington untuk mengakhiri konflik yang meletus sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.


Dalam komentar publik pertama Iran mengenai proposal tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan Teheran juga menuntut pencabutan sanksi ekonomi, pembebasan dana Iran yang dibekukan di luar negeri, serta penghentian blokade laut AS terhadap negaranya.

Menurut laporan IRNA, Iran menginginkan seluruh permusuhan dihentikan di berbagai front konflik kawasan, termasuk di Lebanon, tempat kelompok Hizbullah yang didukung Teheran terus berkonfrontasi dengan Israel.

Isi proposal terbaru Iran tersebut dinilai tidak jauh berbeda dari tawaran sebelumnya yang pekan lalu ditolak mentah-mentah oleh Presiden AS Donald Trump. Trump saat itu menyebut proposal Iran sebagai "sampah".

Meski demikian, Trump pada Senin mengungkapkan dirinya menunda rencana melanjutkan serangan terhadap Iran setelah menerima proposal damai baru dari Teheran. Ia bahkan menyebut peluang tercapainya kesepakatan kini cukup besar.

"Ada peluang yang sangat bagus bahwa mereka bisa menemukan jalan keluar," kata Trump, dilansir Reuters.

Trump menambahkan dirinya akan sangat senang bila kesepakatan dapat dicapai tanpa harus kembali melancarkan serangan besar terhadap Iran.

"Jika kita bisa melakukan itu tanpa mengebom mereka habis-habisan, saya akan sangat senang," ujarnya.

Pernyataan Trump muncul di tengah tekanan internasional agar konflik segera diakhiri demi membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia yang menjadi rute utama distribusi minyak dan berbagai komoditas global.

Selama perang berlangsung, Iran memperketat kontrol atas Selat Hormuz sehingga mengganggu arus perdagangan energi dunia.

Trump sebelumnya beberapa kali menyatakan optimistis kesepakatan damai sudah dekat, namun di saat bersamaan juga mengancam Iran dengan serangan besar jika Teheran menolak mencapai kesepakatan.

Dalam unggahan media sosialnya, Trump mengatakan para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab meminta dirinya menunda serangan terhadap Iran.

"Kesepakatan akan tercapai, yang akan sangat bisa diterima oleh Amerika Serikat, juga semua negara di Timur Tengah dan sekitarnya," tulis Trump.

Sumber Pakistan mengonfirmasi Islamabad telah menyampaikan proposal Iran tersebut kepada Washington.

Pakistan memang menjadi mediator komunikasi antara kedua pihak sejak menjadi tuan rumah satu-satunya putaran pembicaraan damai bulan lalu. Namun, sumber tersebut mengakui negosiasi masih berlangsung alot.

"Kedua pihak terus mengubah target mereka," kata sumber Pakistan tersebut. "Kita tidak punya banyak waktu," tambahnya.

Sementara itu, meski kedua pihak belum secara terbuka mengumumkan konsesi dalam negosiasi yang mandek selama sebulan terakhir, seorang pejabat senior Iran mengatakan Washington mulai melunakkan sebagian tuntutannya.

Menurut sumber tersebut, AS disebut telah setuju membebaskan seperempat dana Iran yang dibekukan di bank-bank luar negeri dengan total mencapai puluhan miliar dolar AS. Namun, Iran menginginkan seluruh aset tersebut dibebaskan.

Sumber Iran itu juga menyebut Washington mulai lebih fleksibel terkait aktivitas nuklir damai Iran di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Meski demikian, pemerintah AS belum mengonfirmasi adanya kesepakatan apapun dalam perundingan tersebut.

Seorang pejabat AS yang berbicara anonim juga membantah laporan kantor berita Tasnim yang menyebut Washington telah setuju mencabut sanksi minyak terhadap Iran selama negosiasi berlangsung.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Tolak Tawaran Balasan Iran Untuk Akhiri Perang