Detik-Detik Israel Tangkap 9 WNI di Misi Kemanusiaan Global Sumut
Jakarta, CNBC Indonesia - Angkatan Laut Israel dilaporkan mencegat armada kapal misi kemanusiaan internasional yang menuju Gaza, Palestina. Dilaporkan pula bagaimana aktivis yang berada di dalam operasi ditahan, termasuk sembilan WNI.
Dalam laporan media lokal, The Jerussalem Post, digambarkan bagaimana detik-detik operasi dilakukan Israel. Pasukan elite laut Shayetet 13 Israel dilaporkan menaiki kapal-kapal yang tergabung dalam "Global Sumud Flotilla" pada Senin waktu setempat.
Rekaman yang beredar menunjukkan aktivis dipindahkan ke kapal militer Israel sebelum diarahkan menuju pelabuhan Ashdod. Disebut pula bahwa Kementerian Luar Negeri Israel sebelumnya telah meminta konvoi tersebut membatalkan perjalanan dan berbalik arah.
"Namun armada tetap melanjutkan pelayaran menuju Gaza sehingga militer mengambil tindakan intersepsi," muat laman itu, dikutip Selasa (19/5/2025).
Dikatakan bahwa pemerintah Israel menilai armada tersebut bukan sekadar misi kemanusiaan, melainkan "provokasi politik". Otoritas Israel juga menuding beberapa organisasi yang terlibat memiliki keterkaitan dengan kelompok Hamas.
Sementara itu di akun Instagram (IG) selebriti Chiki Fauzi, yang juga dimuat akun IG Global Pecae Convoy, diketahui bahwa operasi pencegatan Israel dilakukan di siang bolong. Para aktivis di kapal sempat memberitahukan siapa mereka dan mengidentifikasi diri sebagai "konvoi sipil yang tidak berbahaya" dalam "misi kemanusiaan" ke Gaza.
"Kami membawa pasokan kemanusiaan," dalam video IG tersebut.
"Profesional kesehatan, bantuan kesehatan, dan partisipasi publik dari 41 negara," tambahnya.
Kapal-kapal yang sudah dipastikan dicegat dan penumpangnya ditahan antara lain Amanda, Barbados, Blue Toys, Cactus, Furleto, Holy Blue. Ada pula Kyriakos, Tenaz, hingga Zio Fatare dan Josef. Ada pula kapal lain yang masih diduga dicegat dan ditahan yakni Jandabar dan Sadabad.
Sementara itu sembilan WNI yang berlayar yakni Thoudy Badai (jurnalis), Hendro Prasetyo (aktivis kemanusiaan), Andre Prasetyo (jurnalis), Andi Angga (aktivis kemanusiaan), Ronggo Wirasanu (aktivis kemanusiaan), Herman Budianto (aktivis kemanusiaan), As'ad Aras (aktivis kemanusiaan), Rahendro Herubowo (jurnalis), dan Bambang Nuryono (jurnalis).
"Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," ujar Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela, saat dihubungi CNBC Indonesia Senin malam.
"Situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi," tegasnya.
"Sejak awal Kemlu c.q Dit. PWNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan mereka. Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan," jelas Vadh lagi.
"Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat," ujarnya.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya sensitivitas geopolitik di kawasan, terutama terkait perang Gaza, negosiasi gencatan senjata perang AS-Iran serta Israel-Lebanon, termasuk tekanan internasional terhadap pemerintahan PM Benjamin Netanyahu. Analis Timur Tengah menyebut situasi kawasan saat ini berada dalam kondisi "rapuh" yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi konflik lebih besar.
source on Google [Gambas:Video CNBC]