Peternak Dorong Telur Bebek Masuk Menu MBG

haa, CNBC Indonesia
Selasa, 19/05/2026 08:44 WIB
Foto: Telur bebek. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Persatuan Peternak Bebek Nasional (PBN) berharap pemerintah dapat memanfaatkan telur bebek sebagai salah satu sumber protein dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini terungkap dalam audiensi antara Komisi IX DPR RI dan Peternak Bebek Nasional (PBN), kemarin, (18/5/2026).

Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru'yat mendukung masuknya telur bebek ke dalam rantai MBG. Menurutnya, telur bebek bisa memperkaya keanekaragaman sumber protein dalam program tersebut, sekaligus menjadi solusi bagi para peternak bebek nasional yang kini tengah mengalami kerugian.


Dia pun sepakat agar aspirasi ini menjadi perhatian serius dari pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Pasalnya, kandungan protein pada telur bebek sangat bagus dan nomenklatur BGN sendiri sebenarnya tidak membatasi jenis telur yang wajib digunakan.

"Dan yang saya tahu di nomenklatur BGN Republik Indonesia kebutuhan protein itu disebutnya diantaranya telur, daging. Telurnya telur apa tidak disebut karena itu mungkin perlu semacam keanekaragaman di samping telur ayam, itu juga penting, juga ada pilihan telur bebek. Jadi, seperti itu, yang jelas bahwa MBG ini tentu menu yang disajikan harus bergizi," ujarnya dalam RPDU antara Komisi IX dan PBN.

Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyatakan dukungannya terhadap rencana pembuatan Memorandum of Understanding (MoU) antara BGN dan PBN.

Meski demikian, Nurhadi mengingatkan pentingnya pemetaan profil peternak secara mendetail guna menyesuaikan kebijakan di tingkat daerah. Berbeda dengan ayam petelur yang tersebar merata, sebaran peternak bebek dinilai memerlukan pendekatan berbasis wilayah atau klaster tertentu.

"Kita sangat mendukung atau mendorong kesepakatan dalam bentuk MOU BGN dengan PBN. Namun negara ini hadir tentu pasti dari BGN melihat secara menyeluruh profil peternak yang tergabung dalam PBN itu detailnya seperti apa. Tentu karena kalau ayam petelur misalkan ya atau peternak ayam itu menurut saya hampir merata di seluruh Indonesia," paparnya.

"Nah, kalau peternak bebek ini kan mungkin cukup dan bisa juga kita dorong untuk melakukan kebijakan di kota/kabupaten tertentu yang populasi peternak bebeknya cukup banyak. Sehingga serapan itu bisa terjadi dan maksimal," sambung Nurhadi.

Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukannya ke beberapa dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), ia mengungkapkan bahwa penyerapan komoditas telur bebek khususnya telur asin sudah mulai berjalan di beberapa wilayah, salah satunya di Jawa Timur. Berdasarkan pengamatannya, bisnis ini masih sangat menjanjikan dan memberikan margin keuntungan yang sehat bagi para peternak lokal.

"Saya merasa kalau beberapa kami melakukan sidak ke dapur SPPG itu sudah ada. Mereka belinya di harga Rp2.500 Kalau biaya produksinya Rp1.875 sepertinya kok masih profitnya. Ada selisih benefit disitu. Itu di kawasan Jawa Timur sudah mulai ada, telur asin bebek," kata Nurhadi.

"Kemudian di tempat kami di Blitar itu ada populasi 10.000 bebek. Prosentase dari bahan baku ini lebih banyak lokal. Saya belum tanya secara detail namanya apa aja. Mungkin bisa studi banding atau konsultasi dengan beliau," lanjutnya.

Dikutip dari situs resmi pemerintah Desa Putat Gunung Kidul, selain mengandung protein, lemak, dan antioksidan, telur bebek ternyata mengandung multivitamin dan mineral. Multivitamin dan mineral tersebut a.l. vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin E, vitamin D, folat, selenium, kalsium, zat besi, magnesium, zinc, dan mangan.

Sebutir telur bebek mengandung 130 kalori, 9 gr protein, 1 gr karbohidrat, 100 mg sodium, 150 mg kalium, 154 gr fosfor, dan 600 mg kolesterol. Sedangkan sebutir telur ayam mengandung 60 kalori, 5,5 gr protein, 0,3 gr karbohidrat, 60 mgnatrium, 60 mg kalium, 85 mg fosfor, dan 165 mg kolesterol.

Dari data tersebut bisa bisa dicermati bahwa kadar protein pada telur bebek lebih tinggi dibandingkan telur ayam. Protein merupakan komponen yang penting untuk membangun dan memperbaiki berbagai jaringan tubuh, seperti kulit, darah, tulang, dan otot.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kepala BGN Jelaskan Soal Kebutuhan 19 Ribu Sapi Untuk MBG