00:58
Video: Industri Rokok 2026 Dihantam Tekanan Daya Beli & Rokok Ilegal
Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% sepanjang kuartal I-2026, industri pengolahan tembakau di Indonesia justru mengalami tekanan seiring dengan penurunan kontribusinya terhadap PDB yang hanya sebesar 0,59%.
Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah mencatat adanya tekanan dan permasalahan yang dialami oleh sejumlah industri termasuk Industri Hasil Tembakau (IHT) yang belum pulih dari masa pandemi covid-19. Padahal industri IHT merupakan industri strategis karena memiliki komponen lokal yang besar baik dari penyerapan tenaga kerja, bahan baku serta teknologi lokal serta berkontribusi pada penerimaan negara hingga Rp 300 Triliun per tahun yang berasal dari cukai, PPn serta PPH.
Meski demikian, Piter juga menyoroti dampak pelemahan daya beli dan kenaikan harga barang terhadap peredaran rokok ilegal yang turut menjadi hantaman baru bagi industri rokok legal.
Seperti apa tantangan dan prospek industri pengolahan tembakau RI? Selengkapnya simak dialog Bunga Cinka dengan Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah dalam Manufacture Check CNBC Indonesia (Senin, 18/05/2026)
Addsource on Google