Dolar AS-Harga BBM Minggir Dulu, Libur Panjang Warga RI Sibuk Tamasya
Jakarta, CNBC Indonesia - Gonjang-ganjing pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS yang kini sudah tembus Rp17.600/US$ dan masalah kenaikan harga BBM tak menghambat rencana liburan warga RI. Seperti gayung bersambut dengan kemunculan video-video viral yang kini menghiasi media sosial, menyoroti "Dolar AS vs Orang Desa".
Libur panjang mulai hari Kenaikan Yesus Kristus pada hari Kamis (14/5/2026) disambung cuti bersama sampai akhir pekan,Dolar dimanfaatkan banyak warga Jawa untuk bepergian ke Bali dan Sumatra. Dampaknya, trafik penyeberangan di sejumlah lintasan melonjak tajam, bahkan kenaikannya mencapai lebih dari 60% pada puncak arus liburan.
Lonjakan terjadi di jalur Merak-Bakauheni maupun Ketapang-Gilimanuk selama periode Rabu (13/5) hingga Minggu (17/5). Di lintasan Merak-Bakauheni, total penumpang yang menyeberang mencapai 133.248 orang dengan jumlah kendaraan sebanyak 36.647 unit. Sementara pada arus balik Bakauheni-Merak, tercatat 118.383 penumpang dan 32.994 kendaraan.
Peningkatan paling tinggi terjadi pada Kamis (14/5). Pada lintasan Merak-Bakauheni, jumlah penumpang naik hingga 60,7%, sedangkan kendaraan meningkat 41,5% dibanding periode normal.
"Transformasi layanan yang dilakukan ASDP beberapa tahun terakhir mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam bepergian. Ferry kini menjadi bagian penting dari gaya perjalanan masyarakat karena menawarkan fleksibilitas, efisiensi, serta pengalaman perjalanan yang semakin nyaman dan aman," ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Kondisi serupa juga terlihat di lintasan Ketapang-Gilimanuk yang menghubungkan Jawa dan Bali. Selama periode libur panjang, sebanyak 96.858 penumpang dan 26.258 kendaraan berpindah dari Ketapang menuju Gilimanuk.
Pada hari puncak arus liburan, trafik penumpang di jalur tersebut meningkat 47,1%, sementara kendaraan naik 25,1%. Sedangkan pada arus balik Gilimanuk-Ketapang, jumlah penumpang mencapai 90.759 orang dan kendaraan sebanyak 26.317 unit.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan sudah dilakukan kesiapan operasional untuk mengantisipasi lonjakan pengguna jasa selama long weekend, mulai dari armada hingga koordinasi lintas instansi.
"Kami memastikan seluruh layanan berjalan optimal dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa. Penguatan operasional dilakukan secara menyeluruh melalui koordinasi intensif bersama regulator, operator kapal, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait," ujar Windy.
ASDP juga mengingatkan masyarakat membeli tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy karena pembelian tiket langsung di pelabuhan sudah tidak diberlakukan.
"Kami dorong masyarakat yang akan naik ferry, agar membeli tiket sejak jauh hari karena sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pastikan bertiket H-1 dan hindari pembelian melalui calo yang dapat merugikan pengguna jasa," katanya.
Pada saat bersamaan, penampakan lonjakan penumpang juga terjadi di Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh. Warga berbondong-bondong berlibur ke Bandung, memanfaatkan momen liburan long weekend. Begitu juga di jalur Jalan Raya Puncak Bogor, tampak penumpukan warga memanfaatkan hari libur di pusat-pusat wisata di lokasi tersebut.
(dce) Add
source on Google