Lampaui Survey! 147,55 Juta Orang Lakukan Perjalanan di Libur Lebaran
Jakarta, CNBC Indonesia - Lonjakan pergerakan masyarakat pada periode mudik dan arus balik Lebaran 2026 tercatat meningkat signifikan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat moda penyeberangan melayani sekitar 5,52 juta penumpang selama periode Lebaran tahun ini. Angka tersebut meningkat 15,32% dibandingkan tahun sebelumnya, menggambarkan tingginya permintaan perjalanan masyarakat.
Tercatat, total jumlah penumpang angkutan umum selama masa Angkutan Lebaran tahun in naik 10,87%, dibandingkan tahun sebelumnya, dari 21,23 juta penumpang menjadi 23,54 juta penumpang.
Adapun rincian per moda transportasi moda angkutan jalan sebanyak 3,89 juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 11,64% dibandingkan 2025 yaitu 3,49 juta penumpang; moda angkutan laut sebanyak 2,02 Juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 9,86% dibandingkan 2025 yaitu 1,84 Juta Penumpang; moda angkutan udara sebanyak 4,77 juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 6,97% dibandingkan 2025 yaitu 4,47 juta penumpang; moda kereta api sebanyak 7,31 juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 10,13% dibandingkan 2025 yaitu 6,64 juta penumpang; dan moda penyeberangan sebanyak 5,52 juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 15,36% dibandingkan 2025 yaitu 4,79 juta penumpang.
Naik 2,53%
Secara total, berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD), jumlah orang melakukan perjalanan selama masa Angkutan Lebaran (13-29 Maret 2026) mencapai 147,55 juta orang atau naik 2,53% dari hasil survei sebanyak 143,92 juta orang.
"Penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini merupakan kerja besar bersama, yang melibatkan koordinasi lintas sektor secara intensif, baik antar kementerian/lembaga, pemerintah daerah, operator transportasi, maupun seluruh pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, selamat, dan lancar," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Di jalur penyeberangan, lonjakan trafik terjadi di di 15 lintasan pantauan nasional, termasuk jalur padat seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Secara kumulatif sejak H-8 hingga H+8, jumlah penumpang mencapai 4,72 juta orang atau naik 6,6% dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, kendaraan yang menyeberang tercatat sebanyak 1,21 juta unit, meningkat 8% secara tahunan.
Dinamika sempat meningkat setelah pembatasan kendaraan logistik dicabut. Adapun pembatasan tersebut berlaku di lintasan Bakauheni-Merak pada 23-29 Maret 2026 serta Ketapang-Gilimanuk pada 13-29 Maret 2026. Kondisi ini memicu lonjakan kendaraan berat, terutama di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, dengan antrean yang sempat mencapai beberapa kilometer.
"Pasca-dibukanya kembali pembatasan tersebut, terjadi lonjakan signifikan kendaraan logistik yang masuk ke pelabuhan, khususnya di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk dengan kondisi antrian 3-10 kilometer. Kondisi ini berdampak pada peningkatan antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan," jelas Direktur Utama ASDP Heru Widodo.
Operator juga mengandalkan sejumlah langkah untuk menjaga kelancaran arus, mulai dari pengaturan pola operasi kapal berbasis kebutuhan harian hingga penerapan skema tiba-bongkar-berangkat (TBB). Selain itu, sistem penundaan melalui buffer zone serta digitalisasi tiket melalui Ferizy turut membantu mengurai kepadatan di pelabuhan
"Kami mengoptimalkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB), menambah trip dan armada kapal, serta melakukan pengendalian ritme kendaraan melalui buffer zone. Langkah ini dilakukan untuk memastikan arus kendaraan logistik tetap terlayani dengan baik tanpa mengganggu kelancaran arus penumpang," kata Heru.
Secara akumulatif, realisasi penumpang yang telah kembali ke Pulau Jawa dari Sumatra pada periode 22 Maret 2026 hingga 30 Maret 2026 pukul 06.00 WIB (H s.d H+8) mencapai 814.821 orang atau 99% dibandingkan total penumpang yang berangkat dari Jawa ke Sumatra pada arus mudik (H-8 s.d H) sebanyak 822.950 orang.
Sementara itu, total kendaraan yang telah kembali dari Sumatra ke Pulau Jawa pada periode yang sama tercatat sebanyak 218.822 unit atau mencapai 100% dibandingkan jumlah kendaraan yang berangkat saat arus mudik sebanyak 219.183 unit.
source on Google [Gambas:Video CNBC]