5 Photos
Potret Wamena Mencekam! Perang Suku Pecah Gegara Denda Adat
Perang antarsuku di Wamena pecah akibat sengketa denda adat, menewaskan 2 orang dan melukai 19 lainnya serta memicu ratusan warga mengungsi.
Suasana di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mencekam setelah perang antarsuku pecah akibat sengketa denda adat terkait kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan anggota DPRD Lanny Jaya pada 2024. Bentrokan melibatkan Suku Lanny dan Suku Hubla (Kurima) menggunakan panah serta senjata tajam. Konflik yang pecah sejak Kamis meluas ke sejumlah wilayah di Jayawijaya hingga Jumat (15/5/2026). (Dok. istimewa via Detikcom)
Dilansir Detikcom, Kapolda Papua Irjen Patrige R Renwarin mengatakan konflik dipicu ketidakpuasan terhadap pembayaran denda adat sebesar Rp2 miliar dan 30 ekor babi yang sebelumnya disepakati melalui musyawarah adat. Kelompok masyarakat gabungan disebut telah membayar denda pada 6 Mei 2026, namun pihak Lanny Jaya menilai pembayaran tersebut tidak sesuai kesepakatan sehingga memicu aksi penyerangan. (Dok. Istimewa via Detikcom)
Kasi Humas Polres Jayawijaya Ipda Efendi Al Husaini mengungkapkan perang antarsuku itu menyebabkan dua orang tewas dan 19 lainnya luka-luka, terdiri atas empat korban luka berat dan 15 luka ringan. Selain korban jiwa, ratusan warga juga mengungsi akibat situasi keamanan yang memburuk. Polisi mencatat sebanyak 472 warga mengungsi ke Mako Polres Jayawijaya untuk mencari perlindungan. (Dok. istimewa via Detikcom)
Bentrok juga memicu pembakaran rumah dan honai di sekitar Kali Uwe Wouma serta meluas ke sejumlah titik seperti Jalan Diponegoro Wamena dan Pasar Wouma. Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah kini terus memantau situasi dan mengedepankan pendekatan dialog, adat, serta pelibatan tokoh agama untuk meredam konflik dan mencegah eskalasi lebih lanjut. (Dok. Istimewa via Deikcom)
source on Google