Top! Amartha Perkuat Pembiayaan ke 700 Ribu Pengusaha Perempuan
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah berkiprah 15 tahun melayani masyarakat akar rumput di lebih dari 50.000 desa, Amartha senantiasa berkomitmen mendorong ekonomi daerah melalui digitalisasi UMKM di pedesaan. Dengan menghadirkan layanan AmarthaFin yang semakin lengkap, masyarakat di pedesaan dapat bertransaksi pembayaran digital, investasi mikro, penjualan PPOB, hingga akses permodalan dari satu aplikasi saja.
Sejak beroperasi di pulau Sulawesi pada tahun 2019 lalu, Amartha terus mendorong ekonomi daerah lewat pemberdayaan UMKM lokal. Terbukti, Amartha berhasil mencatatkan sebanyak 700 ribu perempuan pengusaha UMKM di Sulawesi yang telah menerima modal produktif.
Di samping itu, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp 1 triliun modal kerja ke wilayah Sulawesi dalam waktu satu tahun terakhir.
VP Public Relations Amartha, Harumi Supit menuturkan, potensi ekonomi daerah dan masyarakat pedesaan sangat besar, namun belum terealisasi secara optimal. Untuk itu, AmarthaFin menghadirkan layanan keuangan digital yang lebih lengkap, yang khusus dirancang untuk kebutuhan masyarakat pedesaan guna mendorong inklusi keuangan serta memicu pertumbuhan ekonomi daerah.
"Layanan AmarthaFin memudahkan masyarakat desa dan pengusaha UMKM untuk bertransaksi keuangan digital secara aman dan praktis," ujar dia dalam keterangan resminya, ditulis Rabu (29/4/2026).
Di samping layanan digital melalui AmarthaFin, Amartha tetap memberikan pendampingan usaha kepada mitra UMKM binaan. Lebih dari 1.300 tenaga lapangan tersebar di wilayah Sulawesi, yang bertugas untuk memberikan edukasi literasi keuangan dan digital kepada mitra UMKM binaan. Kombinasi teknologi dan layanan tenaga lapangan, terbukti mampu mendorong pertumbuhan UMKM di desa dan memitigasi risiko dengan baik.
Menyadari besarnya potensi ekonomi daerah yang ditopang oleh UMKM, pemerintah juga terus mendorong pertumbuhan UMKM lewat berbagai program peningkatan kapasitas pengusaha UMKM.
Plt. Kabid Pengembangan Dinas Koperasi (Diskop) Sulsel, Andi Erni Ramanga menjelaskan, tantangan yang dihadapi UMKM lokal masih terletak pada sulitnya akses permodalan, adopsi digital, hingga peningkatan kapasitas. Oleh sebab itu, Diskop pun menyediakan fasilitas yang mendukung UMKM untuk naik kelas, mulai dari konsultan bisnis, inkubator di UPT PLUT DisKop SulSel, seperti inkubator digital, fashion, kuliner, IT, dan studio untuk pemasaran digital.
"Harapannya, UMKM Sulawesi Selatan bisa naik kelas dan punya daya saing tinggi," terang dia.
Sejalan dengan upaya dari Dinas Koperasi, Aswin Gantina, Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan juga menyampaikan inisiatif Bank Indonesia untuk mendukung UMKM.
"Bank Indonesia mendorong UMKM untuk melek digital dan melakukan pencatatan keuangan secara digital. Peningkatan kapasitas pun juga dilakukan lewat berbagai kegiatan seperti program UMKM Rewako, Rewako Petani, Rewako Ekspor, dan Rewako Fashion. Hal ini akan sangat membantu bagi pengusaha UMKM agar dapat mengakses pembiayaan dan memperluas pasar," jelasnya.
Pada akhirnya, teknologi yang dihadirkan Amartha dapat menjangkau UMKM di pedesaan. Selain itu, kehadiran Amartha pun turut berkontribusi dalam mengakselerasi adopsi digital bagi UMKM lokal. Bahkan, lebih dari 100.000 masyarakat desa di Sulawesi telah menggunakan aplikasi AmarthaFin untuk bertransaksi digital.
"Ke depan, kami berharap teknologi AmarthaFin semakin membuka peluang bagi jutaan masyarakat desa untuk mengakses keuangan dan terhubung dengan investor nasional maupun global, sehingga mereka dapat merealisasikan potensi dan menggerakkan ekonomi dari desa", tutup Harumi.
source on Google [Gambas:Video CNBC]