MARKET DATA

Buntut Harga Telur Anjlok, Kementan Minta MBG Lebih Banyak Menu Telur

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
12 May 2026 16:10
Pantauan harga komoditas pangan di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Pantauan harga komoditas pangan di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperbanyak menu telur di tengah anjloknya harga telur ayam di tingkat peternak. Langkah ini dinilai bisa membantu menyerap produksi sekaligus menjaga stabilitas harga di level peternak.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Agung Suganda mengatakan usulan tersebut sudah dibahas dalam rapat bersama pelaku usaha, asosiasi, hingga koperasi peternak siang hari ini.

"Tentu tadi di rapat sudah disinggung terkait dengan masalah ketersediaan dan sebagainya, termasuk kita tentu mendorong agar program makan bergizi gratis (MBG) bisa meningkatkan menu telur per minggunya, dan juga kita meminta agar harga beli telur ini juga mengikuti harga yang ditetapkan oleh Peraturan Bapanas (Badan Pangan Nasional), yaitu di angka Rp26.500 per kg," kata Agung saat ditemui usai rapat di kantornya, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah berupaya menjaga stabilitas harga telur ayam yang belakangan turun di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen atau on farm, sebagaimana yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Agung, keterlibatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG diharapkan bisa menjadi salah satu instrumen penyerapan telur dari peternak rakyat.

"Sehingga kami tentu tadi sepakat untuk menjaga stabilitas ini agar kekompakan dari para pelaku, melalui asosiasi dan koperasi ini harus dijaga, termasuk juga melalui SPPG-SPPG yang ada ini justru stabilisasi harga harusnya bisa terbentuk," ujarnya.

Agung mengatakan, pemerintah juga sudah melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak dan akan melanjutkan pembahasan lebih detail untuk menjaga harga telur di tingkat peternak.

"Tadi sudah kita konsolidasikan juga selanjutnya tentu pertemuan ini akan diikuti dengan pertemuan-pertemuan yang lebih fokus lagi," tutur dia.

Lebih lanjut, Kementan meminta agar harga telur di tingkat peternak segera kembali mendekati Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp26.500 per kg.

"Tetapi sekali lagi kami meminta besok harganya on farm sesuai HAP Rp26.500 per kg, karena harga di tingkat konsumennya tidak turun signifikan juga jadi harga di konsumen masih relatif stabil," ujar Agung.

Ia menegaskan, persoalan utama saat ini terjadi di tingkat peternak, sementara harga telur di konsumen tidak mengalami penurunan signifikan.

"Yang on farmnya ini yang tentu harus kita dongkrak mendekati harga acuan yang ditetapkan oleh pemerintah, dan tentu harusnya tidak memengaruhi harga di konsumennya," pungkasnya.

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos BGN Perintahkan Dapur MBG di Jatim Borong Telur Peternak, Ada Apa?


Most Popular
Features