Internasional

11 Update Perang: AS-Iran Saling Tembak, Trump-Xi Jinping Bertemu

sef, CNBC Indonesia
Jumat, 08/05/2026 14:04 WIB
Foto: Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan pada Kamis (7/5). (Pool via WANA (West Asia News Agency)/ via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan kembali terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, Kamis-Jumat (8/5/2026). Dalam update terbaru, saling tembak dilakukan kedua negara di Selat Hormuz.

Serangan juga dilaporkan terjadi di langit Teheran. Di sisi lain, Uni Emirat Arab (UEA) juga melaporkan serangan drone dan rudal. Pengumuman pertemuan Presiden AS DonaldfTrump dan Presiden Xi Jinping juga dipaparkan.

Lalu apa saja update lengkapnya? Berikut rangkuman CNBC Indonesia:


1.UEA Diserang Drone-Iran

Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan bahwa pertahanan udaranya mencegat rudal dan drone yang berasal dari Iran, Jumat. Dilaporkan pula bahwa suara intersepsi terdengar "di berbagai bagian negara".

"Pertahanan udara UEA saat ini mencegat serangan rudal dan drone yang berasal dari Iran," kata kementerian pertahanan pada X.

2.Harga Minyak Melonjak

Harga minyak, yang turun sekitar 10% selama tiga hari terakhir, naik lebih dari 1% pada hari Jumat. Bentrokan AS-Iran di Selat Hormuz membangkitkan harapan bahwa konflik akan segera berakhir.

Jumat pagi, harga patokan minyak AS West Texas Intermediate (WTI) naik 1,2% menjadi US$95,93 per barel. Harga patokan minyak internasional Brent North Sea crude naik 1,5% menjadi US$101,56.

Sementara itu, pasar saham mengalami penurunan, dengan Seoul, Tokyo, Hong Kong, Sydney, Shanghai, Singapura, Wellington, Taipei, Manila. Sementara itu IHSG dalam penutupan sesi satu turun 0,08%.

3.Trump Sebut Gencatan Senjata Masih Berlaku

Presiden Donald Trump mengatakan gencatan senjata dengan Iran masih berlaku. Meskipun, terjadi baku tembak dengan pasukan Iran di Selat Hormuz.

"Mereka mempermainkan kita hari ini. Kita menghancurkan mereka," katanya kepada wartawan di Washington.

"Pembicaraan berjalan sangat baik," ujarnya lagi.

Sebelumnya Trump telah memposting di platform Truth Social miliknya bahwa pasukan AS telah menimbulkan "kerusakan besar" pada penyerang Iran. Ini setelah tiga kapal perusak angkatan laut Amerika ditembaki saat melintasi selat tersebut. Mes

"Kami akan menghancurkan mereka dengan lebih keras dan lebih brutal di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan itu!" katanya.

4.AS dan Iran Saling Serang

Saling serang terjadi antara pasukan AS dan Iran. Militer AS mengatakan bahwa pasukan Iran meluncurkan beberapa rudal, drone, dan perahu kecil ke tiga kapal perang AS, tetapi tidak ada yang terkena.

"Pasukan AS menghilangkan ancaman yang datang dan menargetkan fasilitas militer Iran yang bertanggung jawab" atas serangan itu, kata Komando Pusat dalam sebuah unggahan di X.

Sementara itu, komando militer pusat Iran mengatakan pasukannya telah membalas serangan AS yang menargetkan kapal tanker minyak Iran dan kapal lain di selat tersebut. Iran menyebutnya melanggar gencatan senjata.

5.Lebanon Mengatakan 12 Tewas karena Israel

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan setidaknya 12 orang tewas, termasuk dua anak dan seorang paramedis, dalam serangkaian serangan udara Israel pada hari Kamis. Kematian baru ini terjadi sehari setelah Israel membunuh seorang komandan Hizbullah dalam serangan pertamanya di pinggiran selatan Beirut sejak gencatan senjata yang rapuh yang bertujuan mengakhiri pertempuran selama berminggu-minggu.

6.1.500 kapal terjebak di Teluk

Sekitar 1.500 kapal dan 20.000 awak kapal tetap terjebak di Teluk karena blokade Iran di Selat Hormuz. Hal ini dikatakan Kepala Organisasi Maritim Internasional PBB, Arsenio Dominguez, di Panama.

7.Pembicaraan Baru Lebanon dan Israel

Lebanon dan Israel akan mengadakan putaran pembicaraan baru pada 14-15 Mei di Washington untuk mencari kesepakatan perdamaian. Pembicaraan dibayangi serangan baru Israel terhadap Hizbullah

8.Israel Klaim Bunuh Komandan Hizbullah

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan seorang komandan senior Hizbullah di Beirut. Ia mengatakan "tidak ada teroris yang kebal" dari serangan Israel.

9. Presiden Iran Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan ia telah bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, yang belum terlihat di depan umum sejak pengangkatannya pada awal Maret. Pertemuan itu terjadi ketika Washington menunggu tanggapan Iran terhadap kesepakatan terbaru yang diusulkan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali jalur pelayaran vital Selat Hormuz, dengan Trump mengatakan kesepakatan mungkin sudah dekat.

10.Menlu AS Rubio Bertemu Paus

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membahas perang dengan Paus saat mereka bertemu pada hari Kamis di tengah ketegangan tajam antara Gedung Putih dan Vatikan, terutama terkait konflik Timur Tengah. Rubio juga bertemu dengan sekretaris negara Vatikan untuk membahas upaya mencapai perdamaian di Timur Tengah, kata juru bicaranya.

11.Trump Bertemu Xi Jinping

Trump dijadwalkan mengunjungi China pada 14-15 Mei. Di sana, ia akan bertemu dengan Presiden pemimpin Xi Jinping. Ini merupakan kelanjutan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang dilakukan kedua negara sebulan lalu. Trump menunda pertemuan sebelumnya karena perang Iran.

Topik Iran diyakini akan "sulit dihindari" dalam pertemuan Trump-Xi. Tapi, para ahli sepakat, China tidak akan menggalinya "sangat dalam".

"AS sudah meningkatkan tekanan terhadap China sebelum KTT dengan menargetkan hubungan ekonomi China dengan Teheran," kata analis Asia Society Policy Institute, Lizzi Lee.

Bulan lalu Trump memperingatkan akan mengenakan tarif 50% pada barang-barang China jika China memberikan bantuan militer kepada Iran. Beijing sendiri adalah mitra dekat Teheran dan menyebut serangan AS-Israel terhadap Iran ilegal walau di sisi lain, China juga mengkritik serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dan menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz.

"Perang Iran akan menambah lapisan tekanan timbal balik lainnya," kata Lee.

"Tetapi medan negosiasi yang sebenarnya tetap berada di perdagangan dan investasi," jelasnya.

Sementara Trump diyakini ingin China terus mendorong Iran untuk membuat kesepakatan. Kedua pihak kemungkinan juga akan membahas pembelian minyak China dari Iran.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kesepakatan Damai AS-Iran Ditentukan 48 Jam ke Depan