Ogah Gantungkan Nasib RI ke Dolar AS, Purbaya Segera Terbang ke China
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengagendakan kunjungan kerja ke China pada bulan depan, untuk menjajaki penerbitan surat utang berdenominasi yuan, Panda Bond.
Purbaya pun mengungkapkan pihaknya telah bertemu dengan perwakilan dari Industrial and Commercial Bank of China Ltd (ICBC) untuk membahas kelanjutan dari penerbitan.
"Mungkin Pak Minto (Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto) sudah ngajak saya ke Cina. Kita sudah berhubungan dengan ICBC mereka siap untuk menjalankan ke sana," ujar di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, dikutip Kamis (7/5/2026).
Dirinya menjelaskan penerbitan surat utang ini, akan mengurangi ketergantungan negara terhadap dolar Amerika Serikat, terutama dari sisi pengadaan utang.
Di berbagai kesempatan ia sebelumnya juga telah mengungkapkan bahwa imbal hasil atau yield yang dimintakan investor China hanya sekitar 2,3%, jauh lebih rendah dari yield surat berharga negara (SBN) tenor acuan 10 tahun selama ini yang di kisaran 6%.
"Kita tetap diversifikasi Supaya nggak tergantung Kepada pendirian dari Amerika atau negara-negara Barat aja dan yield-nya juga lebih rendah 2,3% sampai 2,5%," ujar Purbaya.
Sebelum penerbitan Panda Bond, pemerintah Indonesia bahkan sudah menerbitkan Dim Sum Bond pada Oktober 2025. Penerbitan Dim Sum Bonds menarik minat investor onshore (domestik) China dengan total final orderbook mencapai 18 miliar yuan (Rp39,6 triliun).
Komposisi utang luar negeri (ULN) Indonesia yang bersumber dari China pun sudah naik pada Februari 2026 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Di saat yang sama, utang Indonesia dari Amerika Serikat (AS) juga meningkat, sementara utang berdasarkan mata uang yuan ikut menembus level tertinggi baru.
"Demandnya pasar di sana besar dan siap Ini kan yang kemarin Dim Sum kan di Hong Kong Ini Panda di Cina Jadi kita harus diversifikasi," ujarnya.
(arj/haa) Add
source on Google