Internasional

China Tak Terima, Sebut Hukuman AS ke Negara Komunis Ini Ilegal

luc, CNBC Indonesia
Selasa, 05/05/2026 20:50 WIB
Foto: AFP/ADALBERTO ROQUE

Jakarta, CNBC Indonesia - China secara terbuka mendesak Amerika Serikat (AS) untuk segera menghentikan embargo dan sanksi terhadap Kuba yang dinilai melanggar norma internasional.

Dalam pernyataan pada Selasa (5/5/2026), Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa langkah AS memperluas sanksi terhadap Kuba merupakan tindakan sepihak yang tidak sah.

"Amerika Serikat telah meningkatkan sanksi sepihak ilegal terhadap Kuba," kata kementerian tersebut, seraya mengkritik kebijakan itu sebagai tindakan yang "secara serius melanggar" norma dasar hubungan internasional, sebagaimana dilansir Reuters.


Pernyataan ini muncul setelah Presiden Donald Trump pada Jumat menandatangani perintah eksekutif untuk memperluas sanksi terhadap pemerintah Kuba.

Dua pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Reuters bahwa langkah tersebut bertujuan meningkatkan tekanan terhadap Havana, setelah Washington sebelumnya menggulingkan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Kuba.

China, yang sejak awal menunjukkan dukungan terhadap negara komunis tersebut, kembali menegaskan posisinya di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Havana sejak Januari lalu.

Dalam pernyataannya, pemerintah China tidak hanya mengkritik, tetapi juga secara langsung mendesak perubahan kebijakan dari Washington. "China ... mendesak Amerika Serikat untuk segera mengakhiri embargo dan sanksi terhadap Kuba serta segala bentuk tekanan koersif," lanjut pernyataan itu.

Lebih jauh, Beijing menilai kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap masyarakat Kuba. China menyebut langkah itu melanggar hak rakyat Kuba untuk hidup dan berkembang, sekaligus memperburuk kondisi ekonomi negara tersebut di tengah tekanan internasional.

"China mendukung Kuba dalam melindungi kedaulatan nasional dan keamanannya dan dengan tegas menentang intervensi dalam urusan dalam negerinya," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri China.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

AHY Bahas Kondisi Genting di Pantura Jawa - Trump Ambil Alih Kuba?