Bakal Gantikan LPG, Pemerintah Kaji Subsidi Untuk Gas CNG

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Selasa, 05/05/2026 20:00 WIB
Foto: Gaslink (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mencari alternatif penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Salah satunya dengan menggunakan Compressed Natural Gas (CNG).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pun sedang mengkaji agar penggunaan CNG tersebut bisa diberikan subsidi. "Semuanya lagi dikaji. Opsinya subsidi masih haruslah, tinggal volumenya seperti apa yang kita perlu baca ya," terang Bahlil usai rapat terbatas di Istana Negara, Selasa (5/5/2026).

Sebagaimana diketahui, kebutuhan LPG di Indonesia masih ditopang oleh impor sebesar 75% hingga 80%. Di mana 7 sampai 8 juta tonnya dipakai untuk kebutuhan rumah tangga.


Nah yang jadi persoalan, ketika gejolak politik seperti sekarang ini Indonesia juga membutuhkan kepastian impor LPG.

"Atas itu, maka kita merumuskan untuk mencari alternatif lain. CNG adalah salah satu alternatifnya. Nah CNG ini kan sudah dipakai oleh hotel, restoran, MBG, sudah ada, tapi pada klasifikasi yang 20 kilogram ke atas, ada yang 10 kilogram ke atas," terang Bahlil.

Saat ini pihaknya sedang menguji coba untuk menghadirkan CNG dengan ukuran yang lebih kecil atau 3 Kilogram. Diperkirakan, uji coba tersebut bisa diselesaikan dalam waktu 2-3 bulan.

"2-3 bulan ini kita akan dapat hasilnya kemudian kalau itu sudah dinyatakan firm, kita akan melakukan konversi. Sebab apa? CNG ini bahan bakunya ada semua di kita. C1, C2 gas," ungkap Bahlil.

Bahlil memperkirakan berdasarkan hasil kajian yang sudah ada penggunaan CNG akan lebih murah ketimbang LPG atau hemat 30%.

"Kenapa dia lebih murah? Karena yang pertama gasnya itu ada di kita dan industrinya kan ada di kita, di dalam negeri. Jadi tidak kita melakukan impor, cost transportasinya aja udah bisa meng-cover,"

"Dan yang kedua, dia itu berada di hampir semua wilayah yang ada sumber-sumber gasnya, jadi itu jauh lebih efisien. Dan kalau ditanya apakah sudah perform untuk jalan atau tidak, pada skala yang besar sudah jalan. Di daerah-daerah Jawa kan sudah dipakai CNG. Hotel, restoran, kemudian MBGdapur-dapur MBG sudah pakai itu," tegas Bahlil.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: RI Bakal Produksi CNG Demi Tekan Impor LPG