Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Airlangga Pastikan MBG Jadi Pendorong

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 05/05/2026 16:33 WIB
Foto: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Pertumbuhan PDB TW-1 Tahun 2026. (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada kuartal I-2026, melampaui proyeksi pemerintah yang dipatok sebesar 5,5%. Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi masyarakat yang masih kuat hingga berbagai program prioritas pemerintah termasuk makan bergizi gratis (MBG).

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Kantor Kemenko Ekonomi, Jakarta pada Selasa (5/5/2026).


Airlangga menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini tak lepas dari berbagai kebijakan pemerintah dan adanya hari besar keagamaan. Efek kebijakan tersebut juga berpengaruh terhadap konsumsi masyarakat yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kita lihat konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan 5,52% dan ini semakin menegaskan bahwa momentum daripada Ramadan dan Idul Fitri serta pelepasan mobilitas itu meningkat dengan tinggi," jelas Airlangga.

Selain itu, belanja pemerintah yang tumbuh 21,81% di kuartal pertama 2026 juga disebut Airlangga juga turut menjadi pengungkit ekonomi nasional.

"Di kuartal pertama juga kita lihat belanja pemerintah tumbuh tinggi di angka 21,81%, dii mana ini angkanya sekitar 815 triliun. Ini di atas rata-rata historis," ujar Airlangga,

Adapun program pemerintah yang menjadi faktor pertumbuhan tersebut kata Airlangga antara lain program belanja kementerian lembaga termasuk makan bergizi gratis (MBG) sampai dengan Maret realisasinya Rp 51 triliun.

Kemudian, stimulasi daripada diskon tarif, tunjangan hari raya (THR) untuk ASN realisasi sebesar Rp51,65 triliun, serta THR dari pihak swasta maupun kepada ojek online,

"Sepanjang tiga bulan pertama, berbagai stimulus dan kebijakan pemerintah mampu mendorong pertumbuhan dan menjadi bantalan terhadap dampak gejolak global yaitu salah satunya adalah diskon tarif transportasi di idul fitri penumpang kereta api ekonomi naik sebesar 7,6% yoy, angkutan laut naik 2,56% yoy, angkutan penyeberangan naik 13,7% yoy, dan realisasi subsidi sebesar Rp169 miliar."

Kemudian, Airlangga memaparkan indikator ekonomi terkini juga prospeknya positif, yaitu inflasi pada April ini sebesar 2,42% atau kembali dalam rentang target 2,5 plus minus 1 persen. Kemudian, indeks keyakinan konsumen di angka 122,9 dan neraca dagang juga di surplus mencapai 71 bulan berturut-turut.

Sementara dari faktor posisi pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga meningkat 13,55% yoy dan pertumbuhan kredit sebesar 9,49% yoy.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo: Sekarang Banyak Negara Belajar MBG ke Kita