Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Kalahkan China dan AS!

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 05/05/2026 11:55 WIB
Foto: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam Keterangan Pers Menteri Usai Ratas Terkait Stimulus Ekonomi, Kantor Presiden, 2 Juni 2025. (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mampu mencapai 5,61% (year on year/yoy) ditopang oleh melesatnya pertumbuhan belanja pemerintah hingga realisasi pembentukan modal tetap bruto atau PMTB dan konsumsi masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi China 5,0% (yoy) dan Malaysia 5,3% (yoy) pada kuartal I-2026. Bahkan, jauh lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat yang tumbuh hanya 2,7% (yoy). Akan tetapi, ekonomi Indonesia ini masih kalah dari Vietnam yang ekonominya melesat 7,8% pada kuartal I-2026.


Kepala BPS Amalia Adhininggar Widyasanti menuturkan pertumbuhan ini terjadi di tengah perlambatan perdagangan ekonomi global. Menurut data IMF, perdagangan barang jasa tumbuh melambat sepanjang 2026.

"Kami mencatat ekonomi mitra dagang Indonesia kuartal I secara tahunan. Tiongkok menguat, AS menguat dibandingkan kuartal IV-2025 dan kuartal I-2025. Malaysia, Singapura, Vietnam menguat dibandingkan kuartal I-2025. Korsel menguat dibandingkan kuartal IV-2025 dan kuartal 1-2025. Terlihat bahwa ekonomi mitra dagang utama RI tumbuh positif," ujarnya.

Amalia memaparkan, konsumsi rumah tangga sebetulnya masih menjadi motor utama pertumbuhan, karena kontribusinya ke PDB masih mendominasi, yakni mencapai 54,36%. Sedangkan pertumbuhannya sebesar 5,52%.

"Kontribusi terbesar konsumsi RT sebesar 54,36% dan tumbuh 5,52%," kata Amalia saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Namun, menurutnya, laju pertumbuhan tercepat penopang ekonomi pada kuartal I-2026 adalah konsumsi pemerintah yang mampu tumbuh 21,81%, meski kontribusinya terhadap PDB 6,72%.

Terutama disebabkan oleh peningkatan realisasi belanja pegawai melalui realisasi pembayaran THR, serta belanja barang dan jasa terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Foto: Kondisi Ekonomi Global dan Mitra Dagang Utama, 5/5 (Dok BPS)

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Ekonomi Dunia Bergejolak, Indonesia Gaspol Jaga Pertumbuhan 5,4%