Internasional

Pabrik Kembang Api Meledak, Puluhan Orang Tewas-Presiden Turun Tangan

luc, CNBC Indonesia
Selasa, 05/05/2026 12:30 WIB
Foto: VIA REUTERS/cnsphoto

Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan dahsyat mengguncang sebuah pabrik kembang api di wilayah tengah China, menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai puluhan lainnya. Ini menjadi salah satu insiden industri paling mematikan di sektor tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut laporan Xinhua, Selasa (5/5/2026), ledakan terjadi pada Senin sore di sebuah fasilitas produksi kembang api di kota Changsha, ibu kota provinsi Hunan. Xinhua menyebutkan jumlah korban tewas mencapai sedikitnya 21 orang, sementara 61 lainnya mengalami luka-luka.

Media pemerintah lainnya, China Daily, melaporkan bahwa pabrik tersebut dioperasikan oleh Huasheng Fireworks Manufacturing and Display Co., yang berlokasi di kota tingkat kabupaten Liuyang, wilayah yang dikenal luas sebagai pusat industri kembang api di China.


Rekaman udara yang disiarkan oleh CCTV pada Selasa menunjukkan asap putih masih mengepul dari beberapa bagian lokasi kejadian, dengan sejumlah fasilitas tampak runtuh atau mengalami kerusakan parah akibat ledakan.

Sebanyak hampir 500 personel penyelamat dikerahkan ke lokasi untuk melakukan operasi evakuasi dan pencarian korban. Pihak berwenang juga mengevakuasi warga yang berada di zona berbahaya, mengingat adanya risiko tinggi dari dua gudang bubuk hitam yang berada di dekat titik ledakan.

Hingga kini, penyebab ledakan masih dalam penyelidikan. Polisi telah menahan pihak yang bertanggung jawab atas perusahaan tersebut, seiring upaya untuk mengungkap faktor pemicu insiden.

Respons Xi Jinping

Presiden China Xi Jinping menyerukan "upaya maksimal" untuk mencari korban yang masih belum ditemukan serta menyelamatkan mereka yang terluka. Ia juga meminta agar penyelidikan dilakukan secara cepat dan tuntas serta menekankan pentingnya pertanggungjawaban serius.

Selain itu, Xi memerintahkan dilakukannya pemeriksaan risiko secara efektif dan pengendalian bahaya di sektor-sektor utama, serta penguatan manajemen keselamatan publik.

Untuk mencegah kecelakaan lanjutan selama operasi berlangsung, tim penyelamat menerapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk penyemprotan air dan peningkatan kelembapan guna menghilangkan potensi bahaya tambahan.

Dalam operasi tersebut, tiga robot juga dikerahkan untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan korban di area yang sulit dijangkau manusia.

Kota Liuyang sendiri memiliki sejarah panjang dalam produksi kembang api. Menurut Guinness World Records, kembang api pertama yang terdokumentasi secara akurat, petasan tradisional Chinam, dikaitkan dengan Li Tian, seorang biksu yang tinggal di dekat Liuyang pada masa Dinasti Tang sekitar tahun 618 hingga 907 Masehi.

Ia menemukan bahwa memasukkan bubuk mesiu ke dalam batang bambu berongga dapat menghasilkan ledakan keras, dan kemudian mengikat beberapa petasan untuk menciptakan kembang api Tahun Baru yang digunakan untuk mengusir roh jahat.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: China Tawarkan 10 Insentif Baru Untuk Taiwan