Purbaya Copot 2 Pejabat Tinggi Kemenkeu Akibat Restitusi Bocor Rp25 T

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Senin, 04/05/2026 15:43 WIB
Foto: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KITA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (18/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mencopot dua pejabat tinggi di Kementerian Keuangan imbas menyodorkan data yang tidak benar soal restitusi pajak atau pengembalian lebih bayar pajak para wajib pajak.

Ia mengatakan, keputusan ini didasarkan pada investigasi internal yang telah dilakukan untuk menelusuri besarnya nilai restitusi pajak pada tahun lalu. Nilai restitusi pajak pada 2025 sebesar Rp 361,15 triliun atau naik 35,9% dari tahun sebelumnya.

"Saya investigasi lima orang pejabat yang paling tinggi mengeluarkan restitusi, hari ini 2 akan saya copot. Serius kan? Ada itu, suka-suka menteri lah," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Senin (4/5/2026).


"Jadi message-nya adalah ketika ada instruksi seperti itu, jalankan dengan baik, jangan jor-joran. Jadi saya enggak main-main. Ada 2 yang saya akan copot," tegasnya.

Purbaya mengaku, tahun lalu sempat mempertanyakan kepada jajarannya terkait dengan besaran nilai restitusi. Hasil laporan yang ia terima nilainya sedikit, namun realisasinya justru membengkak.

"Jadi gini, tahun lalu saya salah menebak total restitusi yang keluar. Padahal di rapat sudah saya tanyakan berapa sih potensinya. Staf saya bilang sedikit. Di akhir tahun saya baru tahu keluarnya berkali-kali lipat yang mereka sebutkan. Jadi itu yang kita akan perbaiki, jangan sampai ada salah informasi lagi," paparnya.

Menurutnya, investigasi internal ini di luar audit total restitusi yang telah ia serahkan ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Audit BPK dilakukan untuk periode 2016-2025.

"Saya minta diaudit dengan betul supaya kita tidak kecolongan. Apalagi ke industri batu bara. PPN-nya saya nombok Rp 25 triliun restitusinya, net, jadi saya bayar. Kan ada yang enggak benar hitungannya," ucap Purbaya.

Ia memastikan, ke depan pelaksanaan restitusi akan lebih terukur dan minim kesalahan data. Sebab, bila masih ada yang mempermainkan data restitusi, Purbaya tegaskan akan menindak pihak-pihak terkait.

"Jadi saya ingin lihat apa sih yang sebenarnya di restitusi itu. Sementara itu dibatalkan supaya tidak terlalu tidak terkendali, kalau ada kesalahan. Nanti kalau kesalahannya sudah ketemu, ya sudah. Siapa yang main, kita akan hantam.," papar Purbaya.


(arj/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Purbaya Endus Potensi Kebocoran Restitusi Pajak 2025