Geger, Menhan Israel Rayakan Ultah dengan Kue Gantung Warga Palestina
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menuai kecaman luas usai merayakan ulang tahunnya yang ke-50 dengan kue berhias tali gantungan. Dekorasi tersebut dikaitkan dengan dukungannya terhadap undang-undang hukuman mati bagi warga Palestina yang baru disahkan parlemen Israel.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan momen perayaan tersebut, dengan tulisan berbahasa Ibrani di atas kue berbunyi, "Selamat Menteri Ben-Gvir. Terkadang mimpi menjadi kenyataan." Sejumlah pengguna media sosial menyebut kue itu merupakan hadiah dari istrinya, Ayala.
Kontroversi semakin melebar setelah laporan The Times of Israel mengungkap bahwa Ben-Gvir mengundang anggota Staf Komando Umum kepolisian dalam pesta tersebut. Langkah ini memicu kritik karena dianggap berpotensi menyalahgunakan kewenangannya sebagai menteri yang membawahi institusi tersebut.
Undang-undang hukuman mati yang disahkan pada Maret lalu menjadi sorotan utama. Aturan itu mewajibkan hukuman mati bagi warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki jika terbukti melakukan serangan mematikan yang dikategorikan sebagai terorisme. Kebijakan tersebut didukung penuh oleh Ben-Gvir dan partainya, Otzma Yehudit.
Sejumlah kelompok hak asasi manusia mengecam aturan tersebut. Badan pengawas di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa menilai kebijakan ini berpotensi melanggengkan diskriminasi rasial karena hanya berlaku pada satu kelompok populasi di wilayah pendudukan.
"Kerangka seperti ini, yang menggabungkan hukuman mati dengan pengadilan militer dan jalur banding terbatas, merupakan penyimpangan serius dari norma internasional," demikian peringatan lembaga tersebut, seperti Selasa (5/5/2026).
Reaksi keras juga muncul di media sosial. Salah satu pengguna X menulis, "Ketika hasutan untuk membunuh menjadi 'kue ulang tahun', ini menunjukkan mentalitas sebenarnya dari kebijakan pendudukan." Pengguna lain menyebut perayaan tersebut "sangat mengganggu" karena dinilai mencerminkan glorifikasi kekerasan.
Sementara itu, Harian Haaretz menilai polemik kue ulang tahun ini berpotensi menjadi pengalihan isu dari substansi undang-undang yang lebih besar. Media itu menyebut Ben-Gvir berupaya "mengalihkan narasi ke arah kemenangan ideologinya" dan memperingatkan publik agar tidak terjebak pada simbolisme semata.
Secara historis, Israel sangat jarang menerapkan hukuman mati. Eksekusi terakhir terjadi pada 1962 terhadap Adolf Eichmann, seorang penjahat perang Nazi. Kebijakan baru ini pun dinilai sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sistem hukum negara tersebut.
(tfa/tfa) Add
source on Google