Heboh Kabar Krakatau Osaka Steel Tutup-PHK Massal, Ini Kata Pengusaha
Jakarta, CNBC Indonesia - Momen perpisahan para karyawan PT Krakatau Osaka Steel (KOS) terekam penuh haru dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, para pekerja terlihat saling berpelukan, sebagian lain berfoto bersama sambil memegang tulisan perpisahan yang menggambarkan rasa kehilangan sekaligus harapan untuk memulai kembali.
Ada pula yang menandatangani pakaian rekan kerja sebagai kenang-kenangan. Suasana emosional begitu terasa sedih, namun hangat oleh kebersamaan yang selama ini terjalin di tempat kerja.
Di tengah kabar tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia angkat bicara. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa menyatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terkait informasi pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan baja tersebut.
"Kadin Indonesia mencermati informasi yang beredar terkait PHK di PT Krakatau Osaka Steel (KOS). Hingga saat ini, kami masih melakukan konfirmasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait, untuk memastikan kondisi faktual di lapangan, termasuk status operasional perusahaan tersebut," kata Erwin kepada CNBC Indonesia, Senin (4/5/2026).
Ia menegaskan, jika benar terjadi penghentian operasional atau penyesuaian produksi, hingga berdampak pada tenaga kerja, maka hal itu menjadi perhatian serius bagi dunia usaha.
"Dari perspektif dunia usaha, keputusan seperti ini umumnya dipengaruhi oleh kombinasi faktor, antara lain tekanan biaya produksi, terutama energi dan bahan baku, ketatnya persaingan global, khususnya dari produk baja impor berharga lebih rendah, serta dinamika permintaan domestik yang belum sepenuhnya pulih," jelasnya.
Menurutnya, industri baja memang sangat rentan terhadap tekanan global, termasuk fluktuasi harga energi hingga kelebihan kapasitas (overcapacity) di pasar internasional.
"Selain itu, industri baja merupakan sektor yang sangat sensitif terhadap fluktuasi ekonomi global, termasuk harga energi dan kondisi over capacity di pasar internasional, yang dalam beberapa waktu terakhir memberi tekanan pada margin produsen dalam negeri," ujar dia.
Kendati demikian, Kadin Indonesia tetap mengingatkan agar proses penyesuaian usaha tetap memperhatikan nasib pekerja.
"Kadin memandang penting agar setiap proses penyesuaian usaha tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan perlindungan terhadap tenaga kerja, termasuk pemenuhan hak-hak karyawan sesuai ketentuan yang berlaku," kata Erwin.
Ke depan, Kadin mendorong adanya langkah bersama antara pemerintah dan pelaku usaha, mulai dari perlindungan pasar domestik hingga efisiensi biaya logistik dan energi, serta percepatan proyek strategis nasional untuk menyerap produk industri dalam negeri. Selain itu, dialog antara perusahaan, pekerja, dan pemerintah dinilai penting untuk mencari solusi terbaik.
Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengaku belum menerima laporan langsung terkait kabar penutupan pabrik dan PHK tersebut.
"KSPI belum dapat kabarnya.. Hari ini kita akan cek ke lapangan," kata Said Iqbal dihubungi terpisah.
Di sisi lain, pemerintah sebelumnya telah mengonfirmasi adanya penutupan operasional PT Krakatau Osaka Steel. Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan kondisi keuangan perusahaan induk di Jepang.
"Oh iya, sudah (dapat kabar penutupan PT Krakatau Osaka Steel)," kata Faisol saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, Krakatau Osaka Steel tengah menghadapi tekanan finansial sehingga sulit bersaing di industri baja global.
"Kalau itu memang ada indikasi bahwa perusahaan Osaka Steel memang memiliki kesulitan keuangan," jelasnya.
Menurut Faisol, keputusan tersebut merupakan arahan langsung dari kantor pusat perusahaan di Jepang.
"Jadi memang ada call dari pusat bahwa mereka tidak bisa bersaing dengan yang lain-lain dan kesulitan keuangan sehingga mereka akhirnya memutuskan untuk menutup," sambung dia.
Sebagai informasi, PT Krakatau Osaka Steel merupakan perusahaan patungan antara Osaka Steel Co., Ltd. dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang berdiri sejak 2012 dan mulai beroperasi pada 2016. Pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, itu memiliki nilai investasi sekitar US$ 200 juta dengan kapasitas produksi hingga 500 ribu ton per tahun serta menyerap sekitar 170 tenaga kerja.
(wur) Add
source on Google