Purbaya Tarik Utang Baru Rp 258,7 T hingga Akhir Maret 2026

Arrijal Rachman, CNBC Indonesia
Senin, 04/05/2026 10:00 WIB
Foto: Gedung Kementerian Keuangan (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik utang baru senilai Rp 258,7 triliun hingga akhir Maret 2026. Nilai ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 272,1 triliun.

"Pembiayaan APBN 2026 dikelola secara prudent dan terukur serta memperhatikan likuiditas pemerintah, kondisi kas yang optimal, dan dinamika pasar keuangan," dikutip dari laporan APBN Kinerja dan Fakta edisi April 2026, dikutip Senin (4/5/2026).


Total pembiayaan utang itu setara 31,1% dari target APBN 2026 yang sebesar Rp 832,2 triliun. Porsi penarikan utang baru ini tercatat lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu setara 35,1% dari target APBN 2025 sebesar Rp 775,9 triliun.

Utang baru yang diperoleh itu sebagian kecil digunakan untuk pembiayaan anggaran dalam bentuk non utang, yakni senilai Rp 1,3 triliun atau baru 0,9% dari target APBN 2026 Rp 143,1 triliun. Nilai ini juga tercatat lebih rendah dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 19,6 triliun atau setara 12,3% dari targetnya Rp 159,7 triliun.

Dengan catatan itu, maka total pembiayaan anggaran sepanjang tiga bulan pertama tahun ini menjadi senilai Rp 257,4 triliun, sedikit lebih tinggi dari realisasi per akhir Maret 2025 sebesar Rp 252,5 triliun.

"Pemenuhan pembiayaan utang berjalan on-track melalui langkah antisipatif dan active cash & debt management untuk menjaga ketersediaan kas Pemerintah yang memadai dan SAL yang tetap kuat," sebagaimana laporan Kemenkeu.

Sebagaimana diketahui, pembiayaan anggaran, khususnya dalam bentuk pembiayaan utang ini ditujukan untuk menutup defisit APBN, yang per akhir Maret 2026 senilai Rp 240,1 triliun, setara 34,8% dari target defisit Rp 689,1 triliun.

Defisit APBN pada akhir Maret 2026 ini naik 140,5% dibanding catatan pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp 99,8 triliun, atau setara 16,2% dari target defisit APBN tahun lalu Rp 616,2 triliun.


(arj/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Ekonomi Dunia Bergejolak, Indonesia Gaspol Jaga Pertumbuhan 5,4%