Penerbangan Internasional Dibuka, Siap-Siap Ekonomi Belitung Tumbuh 8%

haa, CNBC Indonesia
Senin, 04/05/2026 06:56 WIB
Foto: Maskapai berbiaya rendah (LCC) dari grup Singapore Airlines, Scoot, kini resmi melayani rute penerbangan langsung dari Bandara Changi, Singapura, ke Belitung. Penerbangan langsung menuju Belitung dibuka sebanyak dua kali seminggu. (Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penerbangan internasional regular kembali dibuka dari Bandara Changi Singapura ke Pulau Belitung. Pembukaan penerbangan internasional regular ini merupakan bagian dari perjuangan panjang selama lima tahun. Kabar baik ini diharapkan akan membuahkan hasil manis bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang.

Tepat pada Minggu (3/5/2026), penerbangan reguler internasional kembali mendarat di Pulau Belitung, menandai momentum kebangkitan sektor pariwisata sekaligus membuka keran devisa baru bagi perekonomian daerah dan nasional.


Maskapai berbiaya rendah (LCC) dari grup Singapore Airlines, Scoot, kini resmi melayani rute penerbangan langsung dari Singapura ke Belitung. Penerbangan langsung menuju Belitung dibuka sebanyak dua kali seminggu.

Penerbangan perdana ini mencatatkan kesuksesan besar dengan tingkat keterisian kabin yang didominasi oleh wisatawan mancanegara asal Singapura.

Sebelumnya, Direktur Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Tanjung Kelayang, Daniel Alexander Napitupulu, menuturkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah melakukan berbagai kajian mendalam terkait dampak ekonomi dan efek berganda (multiplier effect) dari pembukaan gerbang internasional ini.

"Proyeksinya sangat optimis, pertumbuhan perekonomian di Pulau Belitung berpotensi melonjak hingga 8%, didorong kuat oleh devisa yang dibawa oleh para wisatawan internasional," ujar Daniel, dikutip Senin (4/5/2026).

Menurutnya, pariwisata sejatinya merupakan skema paling sederhana dan efisien bagi suatu daerah untuk memperoleh devisa negara. Berbeda dengan devisa dari sektor industri yang alurnya kompleks dan memakan waktu, distribusi dan penetrasi uang dari sektor pariwisata mengalir hingga ke tingkat individu dengan rantai proses yang sangat pendek dan cepat.

Lebih lanjut, dia menekankan konektivitas internasional merupakan kunci emas investasi yang paling krusial untuk mengembangkan ekosistem destinasi pariwisata.

"Jika kita melirik Bali, Langkawi (Malaysia), atau Koh Samui (Thailand), wilayah-wilayah tersebut mampu bertransformasi menjadi destinasi kelas dunia utamanya karena aksesibilitas dan konektivitas udara yang mumpuni," ujarnya.

Nilai jual produk pariwisata di sebuah kawasan akan berbanding lurus dengan daya beli dan distribusi mata uang asing yang beredar di sana. Mekanismenya nyaris serupa dengan kegiatan ekspor produk fisik. Bedanya, pada sektor pariwisata, "ekspor" tersebut dinikmati langsung di tempat.

"Transaksi mata uang asing terjadi lebih seketika, dan dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat akar rumput, bahkan hingga memengaruhi pendapatan harian seorang pengemudi taksi di pintu kedatangan bandara," katanya.

Potensi ekonomi dari ekosistem pariwisata semacam ini bahkan sudah dilirik dan dikembangkan secara masif oleh negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

KEK Tanjung Kelayang yang berlokasi di Pulau Belitung, sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas, telah mengambil langkah signifikan. Kawasan ini memposisikan dirinya sebagai lokomotif utama untuk meretas konektivitas internasional sebagai pintu masuk (entry point) devisa pariwisata bagi Indonesia.

Memanfaatkan momentum strategis di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah, KEK Tanjung Kelayang terus bersinergi dengan Kemenko Perekonomian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, serta jajaran pemerintah daerah untuk mewujudkan penerbangan regional internasional bersama Scoot.

"Hari ini, satu per satu masa depan pariwisata yang menjadi daya dorong pertumbuhan ekonomi dan penyedia lapangan kerja sudah terwujud," tegas Daniel.

Dia berharap kembalinya penerbangan internasional ini bukan sekadar pendaratan sebuah pesawat, melainkan lepas landasnya perekonomian Belitung menuju kancah global.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Cara Bisnis Hospitality Gali Potensi Destinasi Sumatra-Sulawesi