MARKET DATA

Harga BBM Diesel di SPBU BP dan Vivo Melejit Tembus Rp30.000 per Liter

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
03 May 2026 10:00
Sejumlah kendaraan mengantre saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu SPBU BP AKR di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (18/4/2026). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Foto: Sejumlah kendaraan mengantre saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu SPBU BP AKR di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (18/4/2026). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel di jaringan SPBU swasta kembali menjadi sorotan. Pasalnya, harga jual BBM jenis diesel kini telah menembus kisaran Rp30 ribu per liter.

Sebagai contoh, berdasarkan harga terbaru yang diunggah melalui akun Instagram resmi Vivo Energy Indonesia (@spbuvivo), penyesuaian harga BBM berlaku mulai 1 Mei 2026.

Adapun, untuk produk Revvo 92 harga ditetapkan sebesar Rp12.390 per liter. Sementara untuk produk diesel unggulannya yakni Diesel Primus dibanderol Rp30.890 per liter.

"Update harga BBM terbaru! Saatnya isi bahan bakar dengan pilihan yang lebih smart & berkualitas di SPBU VIVO," tulis akun tersebut dikutip Minggu (3/5/2026).

Kenaikan harga ini juga terlihat di SPBU swasta lainnya. Berdasarkan pantauan pada salah satu SPBU BP harga BBM menunjukkan angka serupa. BBM jenis BP 92 tercatat dibanderol Rp12.390 per liter, sedangkan BP Ultimate Diesel berada di level Rp30.890 per liter.

Jika dibandingkan dengan BBM milik Pertamina, harga Pertamax Turbo per 1 Mei masih dibanderol dengan harga Rp 19.400 per liter. Sementara Pertamina Dex per 1 Mei harga BBM tersebut dibanderol di Rp23.900.

Selain itu, Pertamina juga tidak menaikkan harga BBM subsidi. BBM jenis pertalite sampai saat ini masih dibanderol di harga Rp10 ribu per liter. Pun juga dengan BBM jenis solar. Sampai hari ini, Pertamina masih mempertahankan harga solar di Rp6.800 per liter. Pertamina juga masih mempertahankan harga pertamax di level Rp12.300 per liter.

Sebagai catatan, pemerintah menentukan harga BBM berdasarkan formulasi tertentu. Dua variabel akan dipakai yakni rata-rata harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah mengingat besarnya impor.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Gonjang-ganjing Harga BBM RI, di Selandia Baru Sudah Tembus Segini!


Most Popular
Features