MARKET DATA

RI Bangun Tangki BBM Baru di Biak-Maumere, Ini Alasannya

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
30 April 2026 18:35
Pertamina make over ribuan SPBU
Foto: dok: Pertamina

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga melakukan pembangunan tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Indonesia Timur. Pembangunan tersebut dilakukan di tiga lokasi utama, yakni Biak di Papua, Maumere di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Palaran di Kalimantan Timur.

Direktur Infrastruktur Project dan Aset Integritas Pertamina Patra Niaga Setyo Pitoyo menjelaskan bahwa proyek-proyek tersebut kini masuk tahap eksekusi konstruksi. Dia menyebutkan proyek tersebut penting untuk menjamin stabilitas pasokan serta menjadikan wilayah tersebut sebagai titik tumpu energi di daerahnya masing-masing.

"Yang pertama kalau di Maumere harapannya nanti bisa menjadi apa itu sentral energi yang ada di di Nusa Tenggara Timur," ujarnya saat ditemui Cilacap, dikutip Kamis (30/4/2026).

Salah satunya, pembangunan tangki penyimpanan BBM di Biak bertujuan untuk melakukan pemutakhiran fasilitas agar mampu menampung volume minyak dalam jumlah yang lebih besar. Melalui peningkatan kapasitas tersebut, Pertamina berharap seluruh kebutuhan bahan bakar bagi masyarakat di kawasan lokal Papua dapat terpenuhi dengan lebih baik.

"Kemudian yang di Biak tentu harapannya dengan melakukan upgrade itu nanti bisa kita mendatangkan minyak yang lebih banyak di situ sehingga bisa kawasan lokal di Biak itu bisa kita penuhi," paparnya.

Selain pengembangan di wilayah timur, Pertamina juga memindahkan lokasi penyimpanan energi di Samarinda melalui pembangunan terminal baru di Palaran. Hal itu didasari atas pertimbangan lokasi terminal lama yang sudah berada di pusat keramaian kota, sehingga perlu digeser ke wilayah pinggiran.

"Kemudian kalau Palaran itu sepertinya mengganti salah satu apa terminal BBM kita yang di Samarinda di mana yang di Samarinda itu di tengah kota. Jadi kita agak pinggirin dikit lah seperti itu," jelasnya.

Setyo menegaskan bahwa seluruh fasilitas tangki yang dibangun di tiga lokasi tersebut dikhususkan untuk menyimpan produk BBM siap pakai, bukan untuk menampung minyak mentah. Proyek itu pun menjadi salah satu komitmen perusahaan dalam menjamin ketersediaan energi bagi kebutuhan masyarakat luas.

"BBM, BBM. Penyimpanan kan penyimpanan produk yang untuk masyarakat," pungkas Setyo.

Berdasarkan data BPI Danantara, tiga tangki BBM baru tersebut dirancang memiliki total kapasitas mencapai 153 ribu kilo liter (kl). Nantinya, jika ketiga tangki BBM tersebut sudah bisa difungsikan maka tambahan kapasitas penyimpanan BBM nasional akan bertambah hingga 3,1%.

"Pengembangan tiga Terminal BBM di Palaran (37 ribu KL), Biak (46 ribu KL), dan Maumere (70 ribu KL) dengan total tambahan kapasitas 153 ribu KL," tulis Danantara dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (30/4/2026).

Proyek tersebut dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga dan ditargetkan onstream bertahap pada 2027 (Maumere) dan 2028 (Palaran, Biak).

"Proyek ini memperkuat keandalan distribusi energi, khususnya di wilayah Indonesia Timur, sehingga mendorong pemerataan pembangunan dan memperkecil kesenjangan harga antarwilayah," tambah Danantara.

Selain tangki BBM, program tersebut mencakup sektor energi, logam dan mineral, material konstruksi, serta agroindustri, yang bertujuan untuk menurunkan ketergantungan impor, memperkuat rantai pasok industri nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik, serta mendorong terciptanya peluang kerja dan aktivitas ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

"Hilirisasi merupakan instrumen strategis dalam mendorong penciptaan nilai tambah di dalam negeri melalui pengolahan dan industrialisasi sumber daya alam," tambah Danantara.

Di samping meningkatkan nilai tambah, hilirisasi dinilai berperan dalam memperkuat kemandirian ekonomi dengan mengurangi ketergantungan pada rantai pasok global yang dalam kondisi tertentu dapat menghadapi dinamika dan ketidakpastian, termasuk faktor geopolitik.

Melalui penguatan rantai pasok domestik, hilirisasi turut memastikan ketersediaan kebutuhan nasional secara lebih andal, sekaligus mendorong transformasi struktur ekonomi menuju basis industri bernilai tambah tinggi.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Proyek Infrastruktur Energi di Kilang Balikpapan Bawa Dampak Ekonomi


Most Popular
Features