FOTO Internasional

Raksasa Eropa Tiba-Tiba Siap Siaga "Serbu" Selat Hormuz, Ada Apa?

Reuters, CNBC Indonesia
Jumat, 24/04/2026 20:20 WIB

Raksasa Eropa, Jerman, bersiaga untuk melakukan pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Banyak negara siap terlibat namun butuh gencatan senjata AS-Iran.

1/7 Pemandangan umum kapal-kapal di pangkalan Angkatan Laut Jerman di Kiel, Jerman, 23 April 2026. (REUTERS/Fabian Bimmer)

Kapal-kapal bersandar di pangkalan Angkatan Laut Jerman di Kiel, Jerman, Kamis (23/4/2026). Angkatan Laut Jerman menyatakan siap untuk setiap misi penyapuan ranjau di Selat Hormuz. Namun hal ini akan sangat bergantung pada tingkat kepadatan ranjau di wilayah tersebut. Faktor ini dinilai krusial karena akan menentukan lamanya operasi pembersihan jalur pelayaran internasional. (REUTERS/Fabian Bimmer)

2/7 Pemandangan umum kapal-kapal di pangkalan Angkatan Laut Jerman di Kiel, Jerman, 23 April 2026. (REUTERS/Fabian Bimmer)

Wakil Laksamana Jan Kaack menjelaskan, langkah awal setelah ranjau terdeteksi adalah membuka jalur aman bagi kapal dagang. Ia menekankan bahwa proses ini membutuhkan kehati-hatian tinggi mengingat ancaman ranjau yang mematikan di kawasan tersebut. (REUTERS/Fabian Bimmer)

3/7 Pemandangan umum kapal-kapal di pangkalan Angkatan Laut Jerman di Kiel, Jerman, 23 April 2026. (REUTERS/Fabian Bimmer)

Sebuah drone bawah air disiapkan ke atas kapal untuk penanggulangan ranjau. Pernyataan itu disampaikan Kaack kepada wartawan saat berada di atas kapal penyapu ranjau di Kiel. Menurutnya, pembahasan yang tengah berlangsung berfokus pada tingkat risiko serta langkah operasional paling tepat guna memastikan keamanan pelayaran. (REUTERS/Fabian Bimmer)

4/7 Pemandangan umum kapal-kapal di pangkalan Angkatan Laut Jerman di Kiel, Jerman, 23 April 2026. (REUTERS/Fabian Bimmer)

Sementara itu, lebih dari selusin negara telah menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam misi internasional guna melindungi jalur pelayaran di Selat Hormuz, jika situasi memungkinkan. Inisiatif ini mencerminkan kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan tersebut. (REUTERS/Fabian Bimmer)

5/7 Pemandangan umum kapal-kapal di pangkalan Angkatan Laut Jerman di Kiel, Jerman, 23 April 2026. (REUTERS/Fabian Bimmer)

Sekitar 50 negara dari kawasan Eropa, Asia, dan Timur Tengah juga telah mengikuti konferensi video yang dipimpin oleh Prancis dan Inggris. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari perencanaan militer awal serta upaya koordinasi internasional, sekaligus mengirimkan sinyal kepada Amerika Serikat. (REUTERS/Fabian Bimmer)

6/7 Pemandangan umum kapal-kapal di pangkalan Angkatan Laut Jerman di Kiel, Jerman, 23 April 2026. (REUTERS/Fabian Bimmer)

Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan bahwa negaranya pada prinsipnya siap berkontribusi dalam mengamankan jalur transit tersebut. (REUTERS/Fabian Bimmer)

7/7 Pemandangan umum kapal-kapal di pangkalan Angkatan Laut Jerman di Kiel, Jerman, 23 April 2026. (REUTERS/Fabian Bimmer)

Namun, ia menekankan bahwa keterlibatan itu membutuhkan penghentian permusuhan, setidaknya melalui gencatan senjata sementara di kawasan terkait. (REUTERS/Fabian Bimmer)

Add as a preferred
source on Google