MARKET DATA
Internasional

AS Bakal Gunakan Senjata Nuklir di Perang Iran? Ini Jawaban Trump

luc,  CNBC Indonesia
24 April 2026 07:05
U.S. President Donald Trump looks on after disembarking Air Force One as he arrives at Joint Base Andrews in Maryland, U.S., April 12, 2026.  REUTERS/Kevin Lamarque
Foto: REUTERS/Kevin Lamarque

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah meningkatnya tensi perang antara Amerika Serikat dan Iran, Presiden Donald Trump mencoba meredakan kekhawatiran global terkait potensi eskalasi ekstrem dengan menegaskan batas yang tidak akan ia lewati dalam konflik tersebut.

Trump menyatakan bahwa dirinya tidak akan menggunakan senjata nuklir dalam perang melawan Iran.

"Mengapa saya harus menggunakan senjata nuklir? Kami telah sepenuhnya, dengan cara yang sangat konvensional, menghancurkan mereka tanpa itu," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih saat ditanya mengenai kemungkinan penggunaan senjata tersebut, Kamis (23/4/2026).

Ia kemudian menegaskan kembali posisinya dengan lebih tegas. "Tidak, saya tidak akan menggunakannya. Senjata nuklir seharusnya tidak pernah diizinkan untuk digunakan oleh siapa pun," tambahnya, sebagaimana dilansir Reuters.

Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran internasional bahwa konflik yang terus memanas dapat berujung pada penggunaan senjata pemusnah massal. Namun Trump menekankan bahwa kekuatan militer konvensional AS sudah cukup untuk melemahkan Iran secara signifikan.

Saat ditanya berapa lama ia bersedia menunggu tercapainya kesepakatan damai jangka panjang dengan Teheran, Trump menjawab singkat, "Jangan mendesak saya."

Ia juga menyinggung kemungkinan bahwa Iran memanfaatkan jeda gencatan senjata selama dua minggu untuk memperkuat kembali persenjataannya, meskipun menurutnya dampaknya tidak signifikan.

"Angkatan laut mereka sudah tidak ada. Angkatan udara mereka sudah tidak ada, pertahanan anti-udara mereka sudah tidak ada ... mungkin mereka sedikit menambah persenjataan selama jeda dua minggu itu, tetapi kami akan melumpuhkan itu dalam waktu sekitar satu hari, jika mereka melakukannya," ujarnya.

Trump menggambarkan kondisi militer Iran saat ini sudah melemah, sekaligus menyiratkan keyakinan bahwa setiap upaya pemulihan kekuatan oleh Teheran dapat dengan cepat dilumpuhkan kembali oleh militer AS.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada pencapaian kesepakatan damai yang berkelanjutan, bukan sekadar solusi cepat.

"Saya ingin membuat kesepakatan terbaik. Saya bisa membuat kesepakatan sekarang juga ... tetapi saya tidak ingin melakukannya. Saya ingin kesepakatan yang bertahan selamanya," kata Trump.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Menlu AS Akui Serang Iran karena Israel, Trump Kena Semprot Kongres


Most Popular
Features