MARKET DATA
Internasional

Breaking! Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang 3 Minggu

luc,  CNBC Indonesia
24 April 2026 05:46
Para pengungsi bereaksi saat mereka kembali ke rumah mereka dengan kendaraan yang membawa barang-barang di atapnya setelah gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku, di Sidon, Lebanon, 17 April 2026. (REUTERS/Aziz Taher)
Foto: Para pengungsi bereaksi saat mereka kembali ke rumah mereka dengan kendaraan yang membawa barang-barang di atapnya setelah gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku, di Sidon, Lebanon, 17 April 2026. (REUTERS/Aziz Taher)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata antara Lebanon dan Israel diperpanjang selama tiga minggu.

Trump menjamu Duta Besar Israel untuk Washington Yechiel Leiter dan Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Moawad di Ruang Oval Gedung Putih untuk putaran kedua pembicaraan yang dimediasi AS. Pertemuan ini berlangsung sehari setelah serangan Israel menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk seorang jurnalis.

"Pertemuan tersebut berjalan sangat baik! Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membantu negara itu melindungi dirinya dari Hizbullah," tulis Trump di platform Truth Social.

Ia juga mengatakan menantikan untuk menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun dalam waktu dekat.

Gencatan senjata yang sebelumnya dicapai setelah pembicaraan antara kedua duta besar di Washington pekan lalu, dan dijadwalkan berakhir pada Minggu, telah menurunkan intensitas kekerasan secara signifikan. Meski demikian, serangan masih terjadi di wilayah selatan Lebanon, tempat pasukan Israel menguasai zona penyangga yang mereka tetapkan sendiri.

Kelompok Hizbullah yang didukung Iran menyatakan bahwa mereka memiliki "hak untuk melawan" terhadap pasukan pendudukan.

Pertemuan di Gedung Putih juga dihadiri Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee, serta Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa.

Di lapangan, situasi tetap berbahaya. Militer Israel pada Kamis (23/4/2026) menyatakan telah menewaskan dua orang bersenjata di Lebanon selatan setelah mereka dianggap mendekati pasukan dan menimbulkan ancaman langsung.

Namun, belum jelas apakah insiden itu berkaitan dengan serangan lain yang dilaporkan sebelumnya oleh Kementerian Kesehatan Lebanon. Otoritas tersebut menyebut serangan udara Israel menewaskan tiga orang dan penembakan artileri melukai dua lainnya, termasuk seorang anak.

Rabu bahkan disebut sebagai hari paling mematikan sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 16 April.

Korban tewas dalam serangan Israel termasuk jurnalis Lebanon Amal Khalil, menurut pejabat militer senior Lebanon dan media tempatnya bekerja, Al-Akhbar.

Anggota parlemen Hizbullah Hassan Fadlallah mengatakan kelompoknya ingin gencatan senjata berlanjut, tetapi "berdasarkan kepatuhan penuh oleh musuh Israel". Dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, ia kembali menegaskan penolakan terhadap perundingan langsung dan mendesak pemerintah membatalkan semua bentuk kontak langsung dengan Israel.

Fadlallah menegaskan bahwa kepatuhan penuh terhadap gencatan senjata berarti Israel harus "menghentikan pembunuhan, sepenuhnya menghentikan tembakan ... menghentikan penghancuran desa-desa," sebelum membuka jalan bagi penarikan pasukan Israel melalui "prosedur yang dilakukan oleh negara Lebanon, tetapi bukan melalui negosiasi langsung."

Seorang pejabat Lebanon mengatakan Beirut menginginkan perpanjangan gencatan senjata sebagai prasyarat untuk melanjutkan pembicaraan ke tahap berikutnya. Dalam fase itu, Lebanon akan mendorong penarikan pasukan Israel, pemulangan warga Lebanon yang ditahan di Israel, serta penetapan batas darat.

Di sisi lain, Israel menyebut tujuan pembicaraan adalah memastikan pelucutan Hizbullah dan menciptakan kondisi bagi kesepakatan damai. Israel juga berupaya membangun kesamaan kepentingan dengan pemerintah Lebanon terkait upaya melucuti kelompok tersebut secara damai.

Pertemuan pertama antara Leiter dan Moawad sebelumnya digelar pada 14 April, dipimpin oleh Rubio, dan disebut sebagai kontak tingkat tertinggi antara Lebanon dan Israel dalam beberapa dekade.

Adapun permusuhan antara Hizbullah dan Israel kembali memanas sejak 2 Maret, ketika kelompok tersebut melancarkan serangan sebagai bentuk dukungan terhadap Iran dalam konflik regional. Gencatan senjata di Lebanon berkembang terpisah dari upaya Washington menyelesaikan konflik dengan Teheran, meskipun Iran sempat mendorong agar Lebanon dimasukkan dalam kesepakatan yang lebih luas.

Hizbullah juga menyatakan telah melakukan empat operasi di Lebanon selatan pada Rabu sebagai balasan atas serangan Israel.

Menurut otoritas Lebanon, hampir 2.500 orang telah tewas sejak Israel melancarkan ofensif setelah serangan Hezbollah pada 2 Maret.

Israel saat ini menguasai wilayah selatan Lebanon sejauh 5 hingga 10 kilometer dari perbatasan, dengan alasan menciptakan zona penyangga untuk melindungi wilayah utaranya dari serangan roket Hizbullah.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Israel 'Kumat' Lagi! Serang Negara Arab Ini-Bubarkan Gencatan Senjata


Most Popular
Features