7 Photos
Potret "Senjata" Ekonomi Baru India, Benang yang "Merajai" China
Konflik Timur Tengah tekan manufaktur India, tapi ekspor benang katun melonjak ke China. Permintaan naik hingga 40% didorong gangguan pasokan global.
Gangguan rantai pasokan dan energi akibat konflik di Timur Tengah memberikan tekanan besar pada sektor manufaktur di India. Banyak pabrik menghadapi kesulitan akibat keterbatasan bahan baku serta kenaikan biaya produksi. (REUTERS/Amit Dave)
Di tengah kondisi tersebut, produsen benang katun justru mencatat lonjakan permintaan, terutama dari China. Perusahaan seperti Fiotex Cotspin meningkatkan produksi untuk memenuhi pesanan ekspor yang terus bertambah. (REUTERS/Amit Dave)
India, produsen kapas terbesar kedua di dunia setelah China, masih mengandalkan impor sekitar 15% kapas mentah dan 20% benang. Ketergantungan ini membuat industri tekstilnya rentan terhadap gangguan pasokan global, dilansir Reuters pada Kamis (23/4/2026). (REUTERS/Amit Dave)
Terganggunya jalur perdagangan akibat konflik di Timur Tengah menyebabkan pasokan kapas ke China dari negara lain menurun. Hal ini menjadikan India sebagai sumber alternatif yang lebih dekat dan lebih mudah diakses bagi pembeli China. (REUTERS/Amit Dave)
Kondisi tersebut diperparah oleh ketatnya pasokan kapas domestik serta keterlambatan pengiriman dari Amerika Serikat dan Brasil akibat keterbatasan energi. Ditambah lagi, pelemahan rupee sekitar 7% terhadap yuan membuat harga benang katun India semakin kompetitif di pasar China. (REUTERS/Amit Dave)
Direktur pelaksana Fiotex Cotspin, Ripple Patel, menyebut pesanan ekspor perusahaannya melonjak sekitar 40% dalam beberapa bulan terakhir. Pabrik kini beroperasi penuh dengan kapasitas 100% dan telah mengantongi pesanan untuk 65 hingga 75 hari ke depan. (REUTERS/Amit Dave)
source on Google