HET Minyakita Diusulkan Naik, Zulhas Minta BPKP Turun Tangan

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Rabu, 22/04/2026 14:13 WIB
Foto: cnbc indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai membuka opsi penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat merek Minyakita, setelah dua tahun tidak mengalami perubahan. Namun, hingga kini keputusan final belum diambil karena masih menunggu hasil kajian lintas kementerian dan lembaga.

Sebagai informasi, pemerintah sebelumnya menetapkan HET Minyakita sebesar Rp14.500 per liter. Namun, pada Agustus 2024 ditetapkan naik menjadi Rp15.700 per liter, dan berlaku hingga saat ini.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan, harga Minyakita saat ini masih tetap dan belum mengalami perubahan. Ia meminta agar usulan kenaikan harga dihitung secara matang sebelum diputuskan dalam rapat khusus pemerintah.


"Ini Minyakita memang lama tidak ada penyesuaian. Tadi Mendag (Budi Santoso) mengusulkan penyesuaian, tetapi saya minta dihitung dulu, minta BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dan beberapa instansi terkait untuk menghitung bareng-bareng nanti baru kita rapat secara khusus. Jadi Minyakita (sekarang ini) tidak ada perubahan harga," kata Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Zulhas menjelaskan, Minyakita awalnya hadir sebagai pengganti minyak goreng curah yang dikemas agar lebih higienis, khususnya untuk kebutuhan pasar tradisional. Namun dalam perjalanannya, permintaan sempat melonjak signifikan.

Lonjakan tersebut, kata dia, dipicu oleh penyaluran bantuan pangan dalam dua bulan terakhir dengan volume distribusi mencapai jutaan liter. Pemerintah pun berencana menyesuaikan skema bantuan agar tidak mengganggu pasokan Minyakita di pasar.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengakui penyesuaian HET Minyakita memang sedang menjadi salah satu opsi yang dibahas pemerintah.

Menurutnya, harga HET sebesar Rp15.700 per liter sudah berlaku dua tahun sehingga perlu dievaluasi mengikuti kondisi biaya terkini.

"Kita lihat kan itu udah lama kan. Tahun berapa itu? Sudah 2 tahun ya, Rp15.700 per liter (HET Minyakita). Kan semua harus disesuaikan," kata Budi saat ditemui seusai konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan.

Meski begitu, Budi menegaskan pemerintah belum menghitung besaran potensi kenaikan harga. Proses penghitungan akan dilakukan secara bersama-sama dengan berbagai pihak terkait.

"Belum, nanti kita kaji. Ya nanti, kan dari hasil rapat tadi kita akan kaji, kita hitung lagi. Kita hitung bareng-bareng," imbuhnya.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan memastikan kajian penyesuaian HET akan segera dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan.

Ia menyebut sejumlah faktor utama yang akan menjadi pertimbangan, mulai dari harga minyak sawit mentah (CPO), biaya kemasan, hingga distribusi. Pemerintah juga membuka kemungkinan penyesuaian harga ke dua arah, tidak hanya naik tetapi juga turun sesuai kondisi pasar.

"Karena kan HET (Minyakita) terakhir itu tahun 2024. Ya kita bisa bandingkan lah waktu itu harga CPO-nya berapa, sekarang harga CPO-nya berapa. Itu kita lihat, kita kaji," pungkasnya.

Foto: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan diapit Mendag Budi Santoso (kiri) dan Mentan Amran Sulaiman (kanan) saat konferensi pers i kantornya, Jakarta, Rabu (22/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Mendag Bantah Minyak Goreng Langka di Pasaran