MARKET DATA
Internasional

7 Alternatif Jalur Minyak Timur Tengah, Mampu Gantikan Hormuz?

Thea Fathanah Arbar,  CNBC Indonesia
22 April 2026 08:05
Kapal dan tanker di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, 18 April 2026. (REUTERS/Stringer)
Foto: Kapal dan tanker di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, 18 April 2026. (REUTERS/Stringer)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Gangguan pengiriman di Selat Hormuz kembali menegaskan betapa rapuhnya struktur pasar energi global. Meski sejumlah jalur alternatif tersedia, kapasitas dan kesiapan infrastrukturnya dinilai belum cukup untuk sepenuhnya menggantikan peran vital jalur utama tersebut.

Selat Hormuz bukan sekadar lintasan perdagangan biasa. Ini adalah satu-satunya akses laut dari Teluk Arab ke perairan internasional.

Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) mencatat sekitar 20%-25% minyak yang diperdagangkan melalui laut global serta sekitar 20% gas alam cair (LNG) melintasi selat ini setiap hari. Konsentrasi arus energi yang tinggi membuat setiap gangguan langsung memicu gejolak harga global.

Badan Energi Internasional (IEA) menyebut situasi saat ini sebagai salah satu gangguan pasokan minyak terbesar sepanjang sejarah. Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, bahkan menyebutnya sebagai "krisis energi terbesar dalam sejarah," seperti dikutip Reuters. Lonjakan harga minyak pun tak terhindarkan, seiring kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan berkepanjangan.

Di tengah tekanan tersebut, sejumlah negara produsen mulai mengandalkan jalur alternatif. Berikut tujuh rute yang menjadi andalan maupun masih dalam tahap pengembangan:

1. Pipa East-West (Arab Saudi)

Pipa sepanjang 1.200 km ini mampu mengalirkan hingga 7 juta barel per hari (bph) minyak mentah dari wilayah timur Arab Saudi ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

2. Pipa Habshan-Fujairah (Uni Emirat Arab)

Dikenal sebagai Abu Dhabi Crude Oil Pipeline (ADCOP), jalur ini menghubungkan ladang minyak darat ke pelabuhan Fujairah di Teluk Oman, di luar Selat Hormuz.

3. Pipa Kirkuk-Ceyhan (Irak-Turki)

Rute utama ekspor minyak Irak bagian utara yang mengalirkan minyak dari Kirkuk ke pelabuhan Ceyhan di Turki melalui wilayah Kurdistan.

4. Pipa Goreh-Jask (Iran)

Iran memiliki pipa berkapasitas sekitar 1 juta bph yang mengalirkan minyak ke terminal Jask di Teluk Oman, memungkinkan ekspor tanpa melewati Hormuz.

5. Pipa Basra-Duqm (Irak-Oman)

Irak tengah mengkaji pembangunan jalur pipa dari Basra ke pelabuhan Duqm di Oman sebagai alternatif ekspor baru.

6. Pipa Basra-Aqaba (Irak-Yordania)

Proyek ini dirancang berkapasitas hingga 1 juta bph untuk mengalirkan minyak dari Basra ke pelabuhan Aqaba di Laut Merah.

7. Terusan Teluk-Laut Oman

Gagasan pembangunan terusan yang menghubungkan Teluk dengan Laut Oman, yang mirip Terusan Suez atau Panama, masih dalam tahap konsep dan belum terealisasi.

Meski opsi alternatif terus bermunculan, analis menilai jalur-jalur tersebut belum mampu menandingi kapasitas Selat Hormuz secara keseluruhan. Dengan peran strategisnya, setiap gangguan di selat ini akan tetap menjadi faktor utama yang mengguncang pasar energi global.

(tfa/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Perang AS-Israel Vs Iran Bawa Petaka, Siap-Siap Eropa Menderita


Most Popular
Features