Harga BBM Non Subsidi Naik, Ini Penjelasan Bahlil

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Senin, 20/04/2026 15:48 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk di Istana Negara, Kamis (16/4/2026). Rapat ini berkaitan dengan hasil kunjungan kerja ke Rusia dan Prancis, khususnya penyediaan energi. (CNBC Indonesia/Emiryanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara perihal kenaikan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang mulai berlaku pada Sabtu, 18 April 2026. Penyesuaian harga ini terutama terjadi pada produk bensin beroktan tinggi dan solar non-subsidi.

Bahlil menegaskan kenaikan harga BBM non subsidi merupakan hal yang wajar karena mengikuti mekanisme pasar. Menurut dia, pemerintah hanya memiliki kewenangan penuh untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi.

Bahkan, apabila harga minyak dunia mengalami penurunan maka harga BBM non subsidi berpotensi ikut turun. Namun sebalikanya jika harga minyak tetap tinggi, maka penyesuaian harga lanjutan sangat mungkin terjadi.


"Karena kan yang bisa kita jamin negara, pemerintah bisa menjamin itu kan adalah harga subsidi. Dan itu kan Peraturan Menteri ESDM 2022 kan sudah jelas itu ada formulasinya. Begitu ya, Dek," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Senin (20/4/2026).

Bahlil menilai harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan selama harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price masih berada di bawah level tertentu.

"Kalau subsidi sampai dengan harga ICP dunia 100 dolar tidak akan naik. Rata-rata. Sekarang average rata-rata dunia ICP kita dari Januari sampai tertanggal yang saya ngomong itu kurang lebih sekitar 76 dolar. Hari ini ya, kalau kemarin kan 77. Karena pernah naik sampai 105, 106. Sekarang kan sudah turun kan? Sudah di bawah 100," kata Bahlil.

Sebagaimana diketahui, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga sejumlah BBM non subsidi yang berlaku mulai Sabtu 18 April 2026. Penyesuaian ini terutama terjadi pada produk BBM Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan penyesuaian harga BBM non subsidi dipengaruhi oleh dinamika harga pasar global serta kondisi geopolitik. Hal serupa juga berlaku pada kenaikan harga LPG non subsidi.

"Penyesuaian harga LPG NPSO (Non Subsidi) ini kurang lebih sama dengan BBM NPSO dipengaruhi harga pasar dan kondisi geopolitik saat ini ya," kata Roberth kepada CNBC Indonesia, Senin (20/4/2026).

Sementara itu, untuk BBM non subsidi seperti Pertamax, Roberth mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini masih dalam tahap evaluasi bersama pemerintah.

Berdasarkan informasi dari situs resmi MyPertamina, berikut rincian harga terbaru BBM di wilayah DKI Jakarta beserta perbandingan dengan harga sebelumnya:

- Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.400 per liter atau naik dari sebelumnya Rp13.100 per liter

- Dexlite: Rp23.600 per liter atau naik dari sebelumnya Rp14.200 per liter

- Pertamina Dex: Rp23.900 per liter atau naik dari sebelumnya Rp14.500 per liter

Sementara itu, beberapa jenis BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga, yakni:

- Pertamax (RON 92) masih berada di level Rp12.300 per liter.

- Pertamax Green 95 masih tetap Rp12.900 per liter.

- Pertalite masih tetap Rp10.000 per liter.

- Solar subsidi masih tetap Rp6.800 per liter.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pemerintah Kaji Rencana Penyesuaian Harga BBM Non Subsidi