Bos ADB-IMF Kumpul di AS, Siapkan 'Suntikan' Hadapi Krisis Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - Berbagai lembaga keuangan global tengah menyatukan komitmen untuk memperkuat akses pendanaan bagi negara-negara mitranya dalam menghadapi tekanan ekonomi dunia akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Pernyataan ini muncul setelah para pimpinan bank pembangunan multilateral (MDBs) mengadakan pertemuan pada akhir pekan lalu, di sela-sela Pertemuan Musim Semi Grup Bank Dunia-Dana Moneter Internasional (IMF).
Para pemimpin MDB itu berasal dari African Development Bank Group, Asian Development Bank, Asian Infrastructure Investment Bank, Council of Europe Development Bank, European Bank for Reconstruction and Development, European Investment Bank, Inter-American Development Bank Group, Islamic Development Bank, New Development Bank, dan Grup Bank Dunia. Dana Moneter Internasional (IMF) juga bergabung dalam pembahasan para pimpinan tersebut.
"Bank-bank pembangunan multilateral (MDBs) kini bekerja sama lebih erat dari sebelumnya untuk mendukung para anggota dan klien kami di tengah lingkungan global yang kompleks dan terus berubah," kata Ketua Kelompok Kepala MDB Masato Kanda, yang juga merupakan Presiden Asian Development Bank (ADB) dikutip dari keterangan tertulis, Senin (20/4/2026).
Masato Kanda mengatakan, kerja sama yang erat untuk mendukung stabilitas, menjaga kemajuan pembangunan, dan menanggapi tekanan yang semakin meningkat di negara-negara anggota kini menjadi sangat penting, melalui akses pendanaan.
"Dengan menggabungkan kekuatan finansial, pengetahuan, dan kemitraan kami, kami membantu negara-negara mengatasi tekanan saat ini sekaligus membangun ketahanan untuk masa depan," tegasnya.
Para pimpinan MDB mencatat dampak dari perkembangan global saat ini sudah mulai dirasakan melalui kenaikan biaya energi, gangguan rantai pasokan, dan kondisi keuangan yang semakin ketat.
Para pimpinan tersebut menekankan kesiapan MDB untuk memberikan dukungan yang tepat waktu dan efektif, bahkan dalam skala besar guna membantu negara-negara dan klien mengelola risiko, menjaga stabilitas makroekonomi, serta melindungi kelompok masyarakat yang rentan.
Dukungan pendanaan ini pun akan terfokus pada pengembangan sektor swasta, penciptaan lapangan kerja, infrastruktur, serta pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang, sesuai dengan mandat, strategi, dan fokus operasional masing-masing.
"Para pimpinan menekankan pentingnya memperkuat upaya untuk memobilisasi pembiayaan swasta dan memperluas kapasitas pembiayaan, termasuk melalui pendekatan dibuat untuk didistribusikan atau dibagikan (originate-to-distribute/share) yang memungkinkan para MDB untuk menciptakan peluang yang layak dibiayai dan menarik modal swasta dalam skala besar," dikutip dari keterangan para pemimpin MDB itu.
Para pemimpin MDB juga sepakat untuk membentuk kelompok kerja guna melanjutkan upaya ini. Mereka mengakui pentingnya meningkatkan transparansi risiko kredit di pasar negara berkembang melalui konsorsium Pasar Negara Berkembang Global (GEMs), meningkatkan pembiayaan dalam mata uang lokal, termasuk melalui pengembangan pasar keuangan domestik untuk membantu mengurangi risiko nilai tukar; serta penggunaan pembiayaan campuran yang disiplin.
Mereka sepakat untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dalam pendekatan bersama untuk mengukur dampak operasi MDB dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan lebih baik guna mengentaskan rumah tangga dari kemiskinan, meningkatkan kohesi sosial, dan mengurangi kerentanan.
Dalam pertemuan itu, mereka turut menyepakati kerangka kerja bersama mengenai Nilai untuk Uang (Value for Money) dalam pengadaan guna memastikan kualitas dan keberlanjutan proyek-proyek yang didanai MDB, yang akan disesuaikan oleh masing-masing bank dengan konteks operasionalnya sendiri. Mereka juga menyoroti kemajuan dalam penerapan kerangka kerja saling ketergantungan untuk memastikan pembiayaan bersama yang lancar bagi proyek-proyek MDB.
Selain itu, mereka juga memastikan akan memperkuat kerja sama di bidang mineral kritis - bekerja sama untuk mendukung rantai pasokan yang beragam, tangguh, dan bertanggung jawab guna menopang ketahanan energi, transformasi digital, penciptaan lapangan kerja, serta penambahan nilai di negara-negara tempat mereka beroperasi.
Berbagai MDB juga meluncurkan Water Forward - sebuah inisiatif global untuk mengembangkan sistem air yang layak investasi dan dapat diperluas, yang mendorong penciptaan lapangan kerja, kemakmuran, ketahanan pangan, dan ketangguhan. Para pimpinan MDB menyatakan bahwa mereka akan terus melakukan upaya bersama di bidang-bidang prioritas lainnya, termasuk kecerdasan buatan.
(arj/mij) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]