Ibu Donald Trump Sebut Anaknya Idiot? Cek Fakta Sebenarnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Di media sosial beredar kutipan yang diklaim sebagai pernyataan ibu Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Mary Anne MacLeod Trump, yang menyebut sang anak sebagai "idiot".
"Ya, dia idiot tanpa akal sehat sama sekali, dan tanpa keterampilan sosial, tetapi dia adalah putraku. Aku hanya berharap dia tidak pernah terjun ke politik. Dia akan menjadi bencana," ungkapnya.
Kutipan tersebut kembali viral di tengah sorotan terhadap Trump yang kerap memicu kontroversi lewat pernyataan yang berubah-ubah, gaya komunikasi spontan, hingga berbagai kebijakan yang menuai perdebatan.
Lantas bagaimana fakta sebenarnya?
Mengutip Reuters, klaim tersebut ternyata tidak berdasar. Reuters tidak menemukan bukti bahwa Mary Anne Trump pernah mengucapkan pernyataan tersebut. Selain itu, kutipan yang beredar juga tidak dilengkapi tanggal maupun sumber yang jelas.
Meski begitu, bukan berarti hubungan Trump dengan ibunya tanpa ketegangan. Dalam buku karya keponakannya, Mary L. Trump, berjudul Too Much and Never Enough: How My Family Created the World's Most Dangerous Man (2020), diungkap, sang ibu memang kerap kesal dengan perilaku Trump, meski tidak pernah menyebutnya "idiot".
Dalam buku tersebut, Mary L. Trump yang melihat langsung tumbuh besar pamannya itu, menceritakan momen saat Mary Anne dirawat pada 1991. Dalam kondisi itu, dia melontarkan keluhan terkait sikap anaknya yang kerap dirundung masalah karena tidak mendengarkan nasehat sang ibu.Â
"Dia tidak pernah mendengarkan saya," kata ibunya Trump.
Menurut Mary, sikap Trump yang kerap bermasalah sudah terlihat sejak lama. Namun, dia menyebut, dalam banyak kasus, Trump tetap terhindar dari konsekuensi, karena adanya pembelaan dari sang ayah.
Selain itu, lewat memoar tersebut Mary L. Trump juga menggambarkan bahwa gaya bicara Trump yang kerap dianggap kasar saat ini merupakan cerminan dari lingkungan keluarga.
Dia menuturkan, dalam berbagai momen makan malam keluarga, Trump sering melontarkan komentar merendahkan terhadap orang lain, baik perempuan maupun pria. Sikap tersebut bahkan kerap ditanggapi dengan tawa oleh anggota keluarga lain.
Kepada Newsweek, dikutip Sabtu (18/4/2026), Mary L. Trump yang berlatar belakang psikolog menilai normalisasi sikap merendahkan orang lain di lingkungan keluarga dapat berkembang menjadi kebiasaan, yang kemudian terbawa hingga ke ruang publik.
Saat buku tersebut dirilis pada 2020, Donald Trump membantah dan menyatakan peluncurannya melanggar perjanjian kerahasiaan. Dia menyebut, dirinya dan keluarga telah menandatangani kesepakatan agar hal-hal pribadi tidak diungkap ke publik melalui media apa pun.
(mfa/mfa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]