MARKET DATA
Internasional

Update Terkini 2 Kapal Tanker RI yang Tertahan di Selat Hormuz

tps,  CNBC Indonesia
16 April 2026 18:50
Data pelacakan kapal dari MarineTraffic menunjukkan lalu lintas minimal di sepanjang Selat Hormuz dari hari Senin (13 April) hingga Selasa (14 April), karena militer AS memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (Tangkapan Layar Video Reuters/MARINE TRAFFIC)
Foto: Data pelacakan kapal dari MarineTraffic menunjukkan lalu lintas minimal di sepanjang Selat Hormuz dari hari Senin (13 April) hingga Selasa (14 April), karena militer AS memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (Tangkapan Layar Video Reuters/MARINE TRAFFIC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harapan akan kelancaran kapal Pertamina yang melintasi Selat Hormuz mulai menunjukkan sinyal positif seiring dengan upaya diplomasi intensif yang dilakukan pemerintah. Indonesia secara konsisten menekankan pentingnya menjaga agar selat strategis tersebut tetap aman dan terbuka bagi seluruh pelayaran internasional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Mulachela, menyampaikan bahwa Indonesia secara tegas menolak segala bentuk ancaman terhadap kapal niaga yang melintas. Menurutnya, keselamatan para pelaut harus tetap menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

"Indonesia terus menegaskan bahwa penting menjaga bahwa selat ini aman, terbuka, dan dapat dilalui oleh pelayaran internasional sesuai dengan ketentuan dan hukum internasional," kata Vahd dalam sesi konferensi pers Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Rabu (16/04/2026).

Pemerintah Indonesia melalui perwakilannya terus memantau kesiapan teknis kapal agar proses melintas di Selat Hormuz berjalan tanpa kendala keamanan. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pihak otoritas di Iran guna menindaklanjuti sinyal positif terkait izin jalur pelayaran internasional tersebut.

Langkah diplomatik ini diambil dengan menjalin komunikasi langsung kepada Angkatan Bersenjata Iran dan Kementerian Luar Negeri Iran secara berkala. Hal ini krusial guna memastikan bahwa kapal milik Pertamina dan kapal niaga lainnya dapat melintasi Selat Hormuz dengan lancar dan aman sesuai prosedur.

"Kita akan terus memantau dan memastikan kesiapan teknis termasuk kesiapan kru, asuransi, dan sebagainya agar kedua kapal tersebut dapat melintas dengan lancar," jelas Vahd.

Mengenai alasan penahanan kapal, pihak kementerian memberikan klarifikasi bahwa tidak ditemukan masalah terkait penggunaan bendera kapal maupun isu administrasi lainnya. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan kelancaran proses perizinan yang sedang berjalan di lapangan agar kapal bisa segera beroperasi normal.

Pemerintah juga menjamin bahwa tidak ada hambatan komunikasi antara pihak Pertamina dan perwakilan RI dalam menangani krisis pelayaran ini. Seluruh tim diplomatik terus berupaya agar aset negara tersebut dapat melanjutkan perjalanan tanpa adanya gangguan geopolitik yang berkepanjangan.

"Proses perizinan masih terus berjalan secara intensif antara Kemlu, KBRI Teheran, dan juga dengan Pertamina guna menindaklanjuti sinyal positif yang telah disampaikan pemerintah Iran," timpal juru bicara Kemlu RI lainnya, Yvonne Mewengkang.

(tps/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article PIS Siagakan 332 Kapal Tanker, Jaga Pasokan BBM & LPG Aman Saat Nataru


Most Popular
Features