MARKET DATA

Bangun Megaproyek Hilirisasi Miliaran Dolar, Inalum Beberkan 2 Isu Ini

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
14 April 2026 13:50
Direktur Utama (Dirut) PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum, Melati Sarnita menyampaikan paparan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI. (Tangkapan Layar Youtube/Komisi VI DPR RI Channel)
Foto: Direktur Utama (Dirut) PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum, Melati Sarnita menyampaikan paparan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI. (Tangkapan Layar Youtube/Komisi VI DPR RI Channel)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengungkapkan perkembangan terbaru megaproyek hilirisasi aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, yang nilai investasinya mencapai miliaran dolar.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan pembangunan smelter aluminium Mempawah ditargetkan memiliki kapasitas produksi sebesar 600.000 ton per tahun. Dengan tambahan kapasitas tersebut, total kapasitas produksi aluminium Inalum akan meningkat menjadi sekitar 900.000 ton per tahun.

"Smelter kedua Mempawah adalah proyek transformasional untuk Inalum karena dari memiliki 275.000 ton kapasitas aluminium, nantinya akan menjadi 900.000 ton aluminium dengan menambahkan 600.000 ton smelter baru di Mempawah," ujar Melati dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).

Menurut dia, proyek ini membutuhkan investasi sekitar US$2,4 miliar dengan skema pendanaan 60% utang dan 40% ekuitas. Meski begitu, dalam pelaksanaannya terdapat dua isu utama yang menjadi perhatian, yakni pembebasan lahan dan kepastian pasokan energi jangka panjang.

"Isu utama yang kami lihat pastinya pembebasan lahan, kemudian yang kedua kepastian energi jangka panjang melalui pembangunan dan penggunaan PLTU selama 30 tahun. Saat ini kami melakukan review komersial kerja sama power solution bersama PTBA dan MIND ID," ujarnya.

Oleh sebab itu, guna memastikan keberhasilan proyek hilirisasi ini, Inalum meminta dukungan dari Komisi XII DPR dalam hal pengawasan tata kelola, penguatan regulasi hilirisasi, serta dukungan fasilitas pasokan listrik.

"Tentunya kami harapkan sinergi antara Inalum, PLN dan pihak terkait dalam hal ini PTBA bisa diwujudkan karena salah satu keberhasilan dari proyek smelter Mempawah itu adalah captive dari PLTU untuk smelter aluminium. Tanpa dukungan ini hilirisasi akan berjalan lebih lambat dari target nasional," katanya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pak Prabowo, 54% Aluminium RI Masih Impor lho..


Most Popular
Features