Video: BI Siaga 24 Jam Amankan Nilai Tukar Rupiah Hadapi Efek Perang
Jakarta, CNBC Indonesia- CNBC Indonesia bersama Bank Indonesia menghadirkan Central Banking Forum 2026 dengan tema "Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global". Forum ini akan mengupas tuntas respons Indonesia dan otoritas moneter menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus menjaga kepercayaan dan perspektif positif pasar.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti dalam Central Banking Forum 2026 menyampaikan langkah Bank Indonesia dalam menghadapi gejolak geopolitik global dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
BI memandang perang AS-Israel Vs Iran memberi dampak multisektoral dan mutimarket dimana kedalaman dampak perang Timur Tengah terhadap ekonomi dipengaruhi oleh faktor intensitas, besaran kerusakan, dan durasi perang. Terhadap jalur finansial terdapat risiko kenaikan yield US Treasury hingga kenaikan inflasi, dari harga komoditas mengakibatkan lonjakan harga komoditas minyak hingga emas serta di jalur perdagangan dan produksi yang mengalami gangguan.
Di sisi nilai tukar, Perang Timur Tengah berdampak pada pelemahan Rupiah dan keluarnya arus modal dari negara emerging markets termasuk Indonesia.
Menghadapi kondisi ini, BI mengoptimalkan instrumen operasi moneter dan berada di pasar baik di pasar spot baik NDF maupun DNDF serta memperluas basis DNDF di pasar offshore dengan memastikan likuiditas pasar tetap terjaga.
Selengkapnya simak dalam Central Banking Forum 2026, CNBC Indonesia (Selasa, 14/04/2026)