MARKET DATA
Internasional

Trump Ngamuk Mau Jatuhkan Tarif 50% ke China, Ada Apa Lagi?

tfa,  CNBC Indonesia
14 April 2026 12:20
bendera as china
Foto: bendera as china

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif hingga 50% terhadap China. Ancaman ini muncul setelah laporan intelijen menyebut Beijing tengah mempertimbangkan pengiriman sistem pertahanan udara ke Iran.

Ancaman itu disampaikan Trump dalam wawancara via telepon dengan Fox News. Ia merespons kabar bahwa China diduga akan memasok rudal bahu atau sistem rudal anti-pesawat ke Teheran.

"Jika kita menangkap mereka melakukan itu, mereka akan dikenakan tarif 50%, jumlah yang mengejutkan," ujar Trump, seperti dikutip CNBC International, Selasa (14/4/2026).

Meski demikian, Trump juga meragukan akurasi laporan tersebut. Ia menyebut informasi yang beredar "tidak berarti banyak" dan bahkan menyiratkan kemungkinan kabar tersebut tidak benar.

Sebelumnya, laporan CNN International yang mengutip sumber internal, menyebutkan bahwa penilaian intelijen AS mengindikasikan adanya potensi pengiriman sistem MANPADS, yakni rudal permukaan-ke-udara portabel dari China ke Iran. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Beijing terkait isu tersebut.

Spekulasi soal peran China dalam konflik Iran turut menguat usai The New York Times melaporkan Beijing sempat menekan Teheran untuk menyepakati gencatan senjata dengan AS. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menegaskan negaranya hanya mendorong dialog damai tanpa mengonfirmasi keterlibatan sebagai mediator resmi.

Pengamat kebijakan global dari Nanyang Technological University, Dylan Loh, menilai China cenderung berhati-hati. Menurut Loh, jika laporan pengiriman senjata tersebut terbukti, hal itu akan menjadi perubahan signifikan dalam pendekatan Beijing di Timur Tengah dan berpotensi menambah ketidakpastian geopolitik, meski dampak militernya belum tentu besar.

"China tampaknya menggunakan pengaruhnya secara selektif dan bersedia lebih proaktif ketika melihat peluang untuk memberikan dampak," ujarnya.

Sejauh ini, tidak ada laporan resmi bahwa China memberikan bantuan militer atau finansial langsung kepada Iran sejak konflik meningkat pada akhir Februari. Dukungan Beijing dinilai lebih didorong oleh kepentingan ekonomi, terutama ketergantungan pada jalur perdagangan energi.

Ketegangan ini terjadi menjelang rencana pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada 14-15 Mei. Ini diperkirakan akan menjadi momen penting dalam menentukan arah hubungan kedua negara di tengah eskalasi konflik global.

(tfa/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Minggir, Sekutu Amerika Mulai Merapat ke China


Most Popular
Features