MARKET DATA

Efisiensi Energi, Kilang Pertamina RUU III Plaju Raih PROPER Emas

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
13 April 2026 16:11
Efisiensi Energi, Kilang Pertamina RUU III Plaju Raih PROPER Emas
Foto: PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju (RUU III Plaju) meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan peringkat Emas.

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju (RUU III Plaju) meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan peringkat Emas. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Adapun penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (BPLH)/Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq dalam agenda Anugerah Lingkungan PROPER di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Sejak 2022, Kilang Pertamina RUU III Plaju sukses meraih PROPER Emas. RUU III Plaju mengelola minyak mentah menjadi produk Bahan Bakar Minyak (BBM),Non BBM, dan Petrokimia. Kapasitas kilang sebesar 126.200 Barrels Crude Oil per Day dan total produksi sebesar 4.757.361 tonne of oil equivalent pada 2021.

RUU III Plaju berhasil melakukan efisiensi energi sebesar 125.883,79 Giga Joule melalui program Gas Burner Redesign Tipe TMC-ML-250 sebagai Upaya Efisiensi Energi Furnace CDU III (Green). Efisiensi air juga berhasil dilakukan melalui program Netralisasis dan Reutilisasi Aliran Equilibrated Water, melalui Pengolahan Berbasis PH Conditioning sebagai Pemenuhan Make-Up Untuk Supply Pada Unit Polypropylene yang sebesar 13.640 m3. Terakhir adalah Implementasi Reflow Hidrokarbon dan Reutilisasi Heating Oil untuk Pengurangan Emisi Gas Buang saat Penggantian Katalis Unit Polymerisasi. Inovasi ini dapat menurunkan emisi sebesar 133,41 Ton CO2eq.

Pada 2025, Kilang Pertamina RUU III Plaju melakukan inovasi sosial berupa Belida Musi Lestari Berdikari, yakni inovasi model ekosistem budidaya perikanan berdikari. Ekosistem ini meliputi berdikari benih, berdikari proses, berdikari pakan, berdikari produk (hilirisasi), dan berdikari pengetahuan

Program yang melibatkan 307 masyarakat dari 8 kategori kelompok rentan ini berhasil meningkatkan skala bisnis perikanan dan mengembangkan learning Center Perikanan Terintegrasi. Selain itu, domestikasi ikan belida jawa berbasis masyarakat.

Inovasi lainnya adalah Kolam Integrated Multi Tropic Aquaculture (IMTA). Inovasi ini turut menekan penggunaan air dan meningkatkan perbaikan kualitas air.

Selain itu inovasi Alat kondensasi Ikan Asap Ramah Lingkungan yang mampu mengoptimalkan panas melalui perangkat. Sehingga tidak ada asap terbuang dan mempercepat proses pengasapan sekaligus ramah lingkungan.

Sebagai informasi, penghargaan PROPER rutin digelar sebagai upaya untuk meningkatkan ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup. Penghargaan tersebut diberikan dengan menggunakan sejumlah parameter. PROPER merupakan program pengungkapan publik untuk penilaian lingkungan hidup.

Program ini merupakan komplementer atau pelengkap yang dapat bersinergi dengan instrumen penaatan lainnya. Dengan adanya program tersebut, upaya peningkatan kualitas lingkungan dapat dilaksanakan dengan lebih efisien dan efektif. Adapun kriteria penilaian PROPER terbagi menjadi dua kategori yakni ketaatan dan kriteria penilaian lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance).

Kriteria ketaatan didasarkan pada upaya perusahaan dalam memenuhi beberapa hal, antara lain pengendalian pencemaran air, pemeliharaan sumber air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya), pengelolaan limbah non B3, pengelolaan B3, pengendalian kerusakan lahan, dan pengelolaan sampah. Sedangkan kriteria beyond compliance lebih bersifat dinamis karena disesuaikan dengan perkembangan teknologi, penerapan praktik-praktik pengelolaan lingkungan terbaik dan isu-isu lingkungan yang bersifat global.

Beberapa poin dalam penilaian beyond compliance meliputi penerapan sistem manajemen lingkungan, upaya efisiensi energi, upaya efisiensi energi, upaya penurunan emisi, implementasi reduce, reuse dan recycle limbah B3, konservasi air dan penurunan beban pencemaran air limbah, perlindungan keanekaragaman hayati, serta program pengembangan masyarakat.

 

(rah/rah) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Petrokimia Gresik Pertahankan Proper Emas Selama 4 Tahun


Most Popular
Features