Internasional

Trump Makin Muram, Sekutu AS Ogah Ikut-ikutan Blokade Selat Hormuz

Lucky Leonard Leatemia & tfa, CNBC Indonesia
Senin, 13/04/2026 20:10 WIB
Foto: Ilustrasi Selat Hormuz dan Iran. (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah sekutu Amerika Serikat (AS), menolak blokade Selat Hormuz. Sebelumnya blokade diumumkan Presiden AS Donald Trump, Minggu, di mana penutupan akan dimulai Senin (13/42026) ini.

Inggris misalnya, menegaskan tidak akan bergabung dalam rencana Trump di tengah eskalasi ketegangan ASdengan Iran. Mengutip Bloomberg dan The Guardian, pemerintah Inggris menyatakan tetap berkomitmen menjaga keterbukaan jalur pelayaran vital tersebut.


"Kami akan terus mendukung kebebasan navigasi dan keterbukaan Selat Hormuz, yang sangat dibutuhkan untuk stabilitas ekonomi global dan biaya hidup domestik," kata juru bicara pemerintah Inggris.

Meski begitu, London juga menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak boleh dikenakan pungutan sepihak. Sebelumnya Iran mewacanakan memungut US$ 2 juta per kapal.

"Selat Hormuz tidak boleh dikenakan bea masuk. Kami segera bekerja sama dengan Prancis dan mitra lainnya untuk membentuk koalisi luas guna melindungi kebebasan navigasi," lanjutnya.

Sikap ini menandai perbedaan pendekatan yang kian jelas antara Inggris dan AS. Jika Washington mendorong langkah militer melalui blokade, Inggris justru memilih jalur kerja sama multilateral untuk menjaga keamanan maritim.

Komentar sama juga dikatakan Spanyol. Blokade angkatan laut Selat Hormuz yang diumumkan Trump disebut "tidak masuk akal".

"Saya juga berpikir itu sesuatu yang tidak masuk akal... Ini satu lagi episode dalam spiral penurunan yang telah kita alami," kata Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles
dalam sebuah wawancara di televisi publik Spanyol, dimuat AFP.

Sementara itu, Turki menyerukan Selat Hormuz harus dibuka "sesegera mungkin". Negosiasi dengan Iran harus dilakukan.

"Metode persuasi harus digunakan, dan selat harus dibuka sesegera mungkin," kata menteri luar negeri Turki Hakan Fidan kepada kantor berita resmi Anadolu.


(tfa/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Ancam Iran Lagi, Selat Hormuz Harus Dibuka Selasa