Video

Video: Harga Plastik-Ongkos Angkut Naik, Ekspor Tuna Kena Efek Perang

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
13 April 2026 10:22

Jakarta, CNBC Indonesia- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat adanya penurunan volume ekspor perikanan Indonesia Januari hingga Awal Lebaran 2026 sebesar 41% menjadi USD 983,1 Juta atau Rp 16,7 Triliun akibat dari perang Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Bagi sektor Tuna, Ketua Umum Asosiasi Tuna Indonesia, Saut P Hutagalung perang Timur Tengah akan berdampak pada industri tuna baik nelayan maupun eksportir. Dimana kenaikan harga BBM yang mengambil porsi 60% biaya penangkapan membuat margin nelayan dan eksportir anjlok, selain itu bahan kemasan yang banyak memakai plastik juga akan menekan bisnis ikan tuna.

Di sisi lain, biaya angkut atau freight trade ikut melonjak sekitar 30% akibat ketidakpastian global turut berdampak pada bisnis tuna Indonesia meski permintaan di Asia utamanya masih sangat baik.

Seperti apa dampak perang terhadap eksportir Tuna Indonesia? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Ketua Umum Asosiasi Tuna Indonesia, Saut P Hutagalung dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 13/04/2026)