Video: RI Bisa Belajar ke Vietnam Untuk Genjot Daya Saing Ekspor Tuna
Jakarta, CNBC Indonesia- Naiknya biaya bahan bakar untuk penangkapan, lonjakan harga plastik untuk kemasan hingga meningkatnya ongkos angkut atau freight trade hingga 30% disebut Ketua Umum Asosiasi Tuna Indonesia, Saut P Hutagalung sebagai dampak perang Iran Vs AS & Irak terhadap bisnis ekspor Tuna di Indonesia.
Saat ini ekspor Tuna masih mengandalkan pasar ASEAN, China Jepang hingga AS dan Timur Tengah sehingga kondisi perang akan berdampak pada ekspor tuna RI. Oleh karena itu pengusaha menghadapkan dukungan pemerintah terkait pemenuhan persyaratan hingga penguatan rantai pasok untuk menjaga daya saing produk perikanan RI di tengah lonjakan biaya produksi.
Indonesia bisa belajar dari Vietnam dalam memberikan kemudahan bagi industri perikanan hingga meningkatkan daya saing perikanan RI. Lalu Seperti apa upaya eksportir tuna dalam menghadapi tantangan global? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Ketua Umum Asosiasi Tuna Indonesia, Saut P Hutagalung dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 13/04/2026)