MARKET DATA

Cara Tepat Membangun Kedaulatan Digital di Asia Pasifik

dpu,  CNBC Indonesia
08 April 2026 18:59
Ilustrasi Transformasi Digital. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi Transformasi Digital. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para pemimpin perusahaan di Indonesia dan berbagai negara sedang menghadapi titik perubahan yang besar. Setiap keputusan strategis mulai dari penerapan arsitektur cloud hingga implementasi AI kini tidak terpisahkan dari pertanyaan tentang siapa yang memiliki kendali atas data, teknologi, dan operasi.

Kedaulatan, yakni kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara mandiri, telah bergeser dari sekadar formalitas kepatuhan menjadi daya saing sistem operasi di Asia Pasifik.

IBM General Manager Asia Pasifik, Hans Dekker menuturkan, kawasan Asia Pasifik tengah dibentuk ulang oleh dinamika global yang terus berubah, regulasi yang kian kompleks, serta ancaman siber yang semakin meningkat. Dalam konteks ini, kedaulatan digital organisasi, yakni kemampuan untuk menunjukkan kendali yang jelas dan terukur atas teknologi yang digunakan sembari tetap mendorong agenda inovasi, dapat menjadi kunci untuk membuka akses pasar sekaligus landasan bagi pertumbuhan.

"Di tengah disrupsi yang belum pernah terjadi sebelumnya, pertanyaan yang dihadapi setiap CEO adalah: apakah mereka benar-benar mengendalikan data mereka, atau justru malah sebaliknya," ujarnya dikutip Rabu, (8/4/2026).

Lebih lanjut ujarnya, inti dari seluruh perkembangan ini terletak pada aset paling berharga di dunia, yaitu data. Namun, 99% data perusahaan masih belum dimanfaatkan secara optimal. "Gartner® memprediksi bahwa pada 2028, 65% pemerintah di seluruh dunia akan menerapkan persyaratan kedaulatan teknologi guna memperkuat kemandirian dan melindungi diri dari intervensi regulasi lintas yurisdiksi," terangnya.

Dari sistem yang terpisah ke alur kerja yang terhubung

Sebagian besar perusahaan masih belum siap menghadapi lanskap kedaulatan digital dan risiko siber yang terus berkembang. Asia Pasifik sendiri menjadi kawasan dengan serangan terbanyak kedua di dunia, menyumbang 27% dari total insiden siber.

Model operasional di era AI yang berpusat pada alur kerja, yakni mengorkestrasi proses secara menyeluruh dengan agen AI yang tertanam, untuk memahami konteks, memicu tindakan, serta berkolaborasi dengan manusia. Perusahaan yang berpandangan ke depan mulai mengadopsi model ini untuk mengurangi hambatan, menekan biaya, dan meningkatkan produktivitas melalui otomatisasi berbasis AI serta kelincahan lintas fungsi.

Transformasi internal IBM sebagai "Client Zero", menjadikan perusahaan sendiri sebagai pengguna pertama sekaligus ajang uji coba teknologi yang dikembangkan, dilakukan dengan mengintegrasikan AI di lebih dari 70 alur kerja.

Upaya ini ditargetkan menghasilkan penghematan produktivitas tahunan senilai US$4,5 miliar hingga akhir 2025. Menjadikan AI sebagai ujung tombak transformasi alur kerja serta menginvestasikan kembali efisiensi tersebut ke kapabilitas terdepan, arsitektur yang berdaulat, serta sumber pertumbuhan yang baru, menjadi cara IBM membentuk ulang dirinya di era ini.

Hybrid cloud: tulang punggung kedaulatan

Fondasi teknis dari kedaulatan digital adalah hybrid cloud yang dirancang sejak awal, dengan tata kelola AI yang telah tertanam sejak tahap perancangan. Tujuannya bukan untuk memilih antara yang publik atau privat, yang global atau lokal, melainkan untuk merancang semuanya secara sengaja dan strategis.

IBM meyakini bahwa otoritas harus dapat dibuktikan dan tetap terjaga dalam berbagai situasi. Karena itu, organisasi perlu perlu memadukan keterbukaan hybrid cloud dengan kekuatan AI. Kombinasi ini membantu organisasi melampaui peningkatan yang bersifat bertahap, yang kerap muncul dari investasi infrastruktur tradisional yang terlalu menitikberatkan pada lokasi data atau kontrol teritorial, menuju pembangunan arsitektur yang dirancang untuk fleksibilitas, keamanan, dan inovasi berkelanjutan, dengan kendali tetap di tangan organisasi

Pendekatan ini memberikan organisasi kebebasan untuk memilih teknologi, model, dan lingkungan operasional yang digunakan, tanpa terikat pada lokasi vendor, batasan operasional, sekaligus tetap memiliki kendali atas kapabilitas AI dan pemahaman terhadap ketergantungan teknologi.

Bagi para pengambil keputusan dalam bidang teknologi, pilihan arsitektur sejatinya sederhana: mendekatkan model ke data, bukan sebaliknya. Pendekatan ini membuka kepatuhan terhadap regulasi lokal, mempercepat inovasi, dan membuat pertahanan siber lebih mudah ditangani. Pada saat yang sama, organisasi tetap memegang kendali atas arah, kewajiban, dan agenda inovasi.

Kepercayaan adalah modal utama AI

Kedaulatan digital bukan hanya soal kepatuhan,melainkan tentang kepercayaan. Ini menunjukkan bahwa para pemangku kepentingan menunjukkan berkomitmen untuk melindungi data mereka, menghormati hak mereka, serta beroperasi secara etis. Taruhannya pun kian besar, sebanyak19% konsumen mengaku kehilangan kepercayaan terhadap sebuah merek akibat pelanggaran data atau kebijakan perlindungan data yang buruk.

Perusahaan yang berdaulat tidak berhenti pada kepatuhan regulasi, tetapi juga membangun kepercayaan melalui transparansi serta bertanggung jawab terhadap kebijakan data dan teknologi. Inilah sebabnya 80% organisasi multinasional, yang harus bekerja lebih keras untuk meraih kepercayaan lintas batas, akan mengimplementasikan strategi kedaulatan data pada tahun 2027.

Di tengah besarnya tantangan, peluang yang terbuka juga tak kalah besar. Pasar sovereign cloud diproyeksikan tumbuh 4,5 kali lipat pada 2028, mencapai USD 169 miliar secara global dengan Asia Pasifik sebagai kawasan dengan pertumbuhan tercepat. Belanja di sektor yang diatur ketat, seperti perbankan dan kesehatan diperkirakan akan melonjak lima kali lipat menjadi USD 66 miliar pada 2028. CEO yang bertindak sejak sekarang berpeluang mengubah disrupsi ini menjadi keunggulan kompetitif.

Langkah ini bukanlah pilihan, melainkan fondasi bagi ketahanan dan pertumbuhan di dunia yang mengutamakan kedaulatan. Perusahaan yang mampu menguasai kedaulatan digital dapat meluncurkan produk lokal dengan lebih cepat, menghasilkan nilai ekonomi dari data milik perusahaan melalui kemitraan yang tepercaya, serta mengubah kekuatan keamanan menjadi sumber kepercayaan pelanggan.

Kedaulatan digital adalah strategi untuk daya saing

Gelombang kedaulatan sudah telah tiba. Asia Pasifik menjadi kawasan dengan tingkat pertumbuhan yang cepat serta paling banyak diserang, dimana perusahaan sedang membangun arsitektur yang berdaulat.

Jika dilakukan dengan tepat, hal ini akan menjadi keunggulan organisasi: kemampuan untuk bergerak lebih cepat, berinovasi dengan aman, dan meraih kepercayaan dalam skala besar. Perusahaan hanya memiliki 2 pilihan: bersaing lebih awal atau baru memenuhi tuntutan ketika sudah terlambat.

Dengan kedaulatan digital yang tepat, organisasi dapat mempertahankan kendali tanpa harus mengorbankan kecepatan dan inovasi yang disediakan oleh teknologi berskala global. Ini adalah seruan bagi para pemimpin yang ingin berkembang di era kedaulatan digital.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Warga RI Habiskan Rp1,6 Triliun untuk Belanja di Internet!


Most Popular
Features