MARKET DATA

RI Sudah Lewati Masa Sulit, Negara Ini Jadi Pemasok LPG Terbesar RI

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
09 April 2026 11:10
PT Pertamina (Persero) menyalurkan LPG melalui jalur laut dengan menggunakan kapal Ro-Ro dari Lhokseumawe ke Banda Aceh. (Dok. PT Pertamina (Persero))
Foto: PT Pertamina (Persero) menyalurkan LPG melalui jalur laut dengan menggunakan kapal Ro-Ro dari Lhokseumawe ke Banda Aceh. (Dok. PT Pertamina (Persero))

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, bahwa Indonesia telah melewati masa sulit mengenai stok Liquefied Petroleum Gas (LPG). Sekarang cadangan LPG RI sudah berada di atas level 10 hari.

Menteri Bahlil meyakini, bahwa impor LPG dari beberapa negara sebentar lagi akan masuk ke Indonesia. "Masa sulit kita untuk LPG sudah kita lewati sejak tanggal 4 (4 April 2026). Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari, sebentar lagi kapal kita masuk," terang Bahlil di Istana Negara, Rabu malam (8/4/2026).

Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam mengatakan terdapat pengalihan sumber impor LPG dari kawasan Timur Tengah ke negara-negara alternatif guna menghindari kendala distribusi di Selat Hormuz. Amerika Serikat kini menjadi salah satu sumber utama dalam daftar pemasok untuk menutupi tingginya ketergantungan impor LPG nasional.

"Kami mengalihkan sumber impor yang tadinya berasal dari negara Timur Tengah yang terkendala dengan masalah di selat hormuz menjadi ke negara-negara lain seperti Amerika, Afrika, Asia, dan negara-negara di ASEAN," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Kamis (9/4/2026).

Data Ditjen Migas mencatat kebutuhan LPG nasional saat ini berada di level 26.000 metrik ton per hari, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 25.000 metrik ton per hari. Dominasi impor tetap menjadi andalan karena produksi domestik tercatat masih jauh di bawah angka kebutuhan harian masyarakat.

Hingga April 2026, impor LPG terbesar untuk RI didatangkan dari Amerika Serikat (AS) dengan volume 68,91%, dari Uni Emirat Arab dengan volume 11,83%, dan Arab Saudi dengan volume 7,36% dari total impor yang dilakukan.

Sisanya, Indonesia mengimpor LPG dari Qatar, Australia, Kuwait dan China. "Dari grafik yang kami sampaikan terlihat bahwa produksi dalam negeri masih jauh di bawah kebutuhan sehingga import LPG tetap mendominasi pasokan nasional," jelas Rizwi.

Untuk menekan porsi impor, pemerintah juga melakukan pergeseran bahan baku nafta pada kilang domestik seperti RDMP Balikpapan untuk memperkaya produk LPG. "Dengan seluruh langkah strategis mitigasi yang telah kami lakukan, dapat kami tegaskan bahwa pasokan BBM dan LPG nasional saat ini dalam kondisi aman," tandasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Gak Cuma BBM, Stok LPG RI Juga Terancam Imbas Tutupnya Selat Hormuz


Most Popular
Features