MARKET DATA

Wow, Impor BBM Bensin RI Tembus 60,18% dari Kebutuhan Nasional di 2025

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
08 April 2026 16:07
Para pengemudi mengantre untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka di sebuah SPBU, karena pembelian bahan bakar dibatasi per kendaraan sebelum pembekuan harga solar di Thailand berakhir pada hari Senin, di tengah kekhawatiran tentang kenaikan harga bahan bakar yang terkait dengan konflik AS-Israel dengan Iran, di provinsi Nonthaburi di pinggiran Bangkok, Thailand, 15 Maret 2026. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Foto: Para pengemudi mengantre untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka di sebuah SPBU, karena pembelian bahan bakar dibatasi per kendaraan sebelum pembekuan harga solar di Thailand berakhir pada hari Senin, di tengah kekhawatiran tentang kenaikan harga bahan bakar yang terkait dengan konflik AS-Israel dengan Iran, di provinsi Nonthaburi di pinggiran Bangkok, Thailand, 15 Maret 2026. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak bensin masih cukup tinggi. Adapun, pada tahun 2025 misalnya, porsi impor bensin mencapai 60,18% dari total kebutuhan nasional.

Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam memaparkan bahwa total kebutuhan minyak bensin pada 2025 tercatat sebesar 100.986 kiloliter (KL) per hari.

"Pada tahun 2025, posisinya impor masih mendominasi sekitar 60,18% dari kebutuhan," ujar dia dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (8/4/2026).

Sementara, memasuki tahun 2026 ketergantungan impor bensin sedikit menurun. Adapun, hingga awal tahun porsi impor tercatat sekitar 59% dari total kebutuhan.
Di sisi lain, kebutuhan bensin pada 2025 untuk sektor subsidi (JBKP) mencapai 76.932 KL per hari. Sedangkan, kebutuhan bensin pada awal 2026 mencapai 74.407 KL per hari.

Adapun kebutuhan untuk jenis BBM umum (JBU) tercatat sebesar 24.055 KL per hari pada 2025 dan naik menjadi 25.254 KL per hari pada awal 2026.
Dari sisi asal impor, pasokan bensin Indonesia masih didominasi oleh Singapura. Pada 2025, sekitar 63% impor bensin berasal dari negara tersebut, diikuti Malaysia sebesar 33,14%.

"Di mana untuk importasi minyak bensin yang paling dominan ini berasal dari Singapura dan Malaysia karena pada posisi bensin kebutuhan sampai saat ini masih membutuhkan importasi," kata dia.

Hal yang sama juga terjadi pada 2026. Hingga awal April, Singapura tetap menjadi pemasok utama dengan kontribusi sekitar 64,23%, disusul Malaysia sebesar 27,18%. Sisanya berasal dari Oman dan Uni Emirat Arab.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pertamina Pastikan Ketahanan Stok dan Distribusi BBM di Bengkulu


Most Popular
Features