MARKET DATA

Kepala BPH Migas Buka-Bukaan Kondisi Terbaru Stok BBM RI

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
08 April 2026 15:46
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)
Foto: Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas buka-bukaan mengenai kondisi terkini pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional, baik jenis BBM subsidi maupun BBM Non subsidi. Mengacu data per 7 April 2026, pada intinya kondisi stok BBM nasional dalam kondisi yang aman.

Dalam paparannya, untuk jenis BBM RON 90 atau Pertalite total cadangan nasional masih di angka 18,1 hari. Di mana stok cadangannya mencapai 1,51 juta Kilo Liter (KL) dengan konsumsi harian 84.038 KL. "Status ini masih sangat aman," terang Wahyudi Anas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, Rabu (8/4/2026).

Sementara itu, untuk jenis BBM Non Subsidi seperti Pertamax RON 92 juga masih dalam kondisi aman dengan kondisi cadangan mencapai 22,1 hari. Adapun juga untuk Pertamax Turbo RON 98 mencapai 46,5 hari.

"Artinya jenis BBM Bensin sangat aman dan situasi semua terdistribusi dan terlayani untuk masyarakat," tegas Wahyudi.

Sementara itu, untuk BBM jenis Solar Subsidi ketahanan stoknya masih di 16,5 hari dengan stok nasional mencapai 1,57 juta KL dengan konsumsi harian mencapai 95.638 KL. Adapun untuk Pertamina DEX CN53 stoknya mencapai 64,5 hari.

"Dan kondisi stok BBM yang khusus untuk gasoil dan gasoline Ini memang pergerakannya sangat dinamis. Karena kebutuhan masyarakat serta untuk keseimbangan stok yang terjaga kami sudah konfirmasi dengan Pertamina Grup bahwasanya kilang tetap produksi normal, tidak ada kegiatan-kegiatan maintenance, sehingga posisi fluktuatif ini terjaga dengan baik dan kondisinya memang sangat aman," jelas Wahyudi.

Kemudian khusus untuk Bahan Bakar avtur, stoknya ketahanan mencapai 28,1 hari dengan stok nasional mencapai 388.626 KL dan konsumsi harian mencapai 13.816 KL. "Jadi bisa kita simpulkan, ketahanan stok BBM nasional dalam kondisi aman," tandas Wahyudi.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Jelang Libur Natal & Tahun Baru, Bahlil Terus Pantau Stok BBM RI


Most Popular
Features