MARKET DATA

Sebentar Lagi, RI Bakal Punya Pabrik Mineral yang Diburu Dunia

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
08 April 2026 15:25
logam tanah jarang
Foto: Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) bersiap untuk membangun pabrik pengolahan mineral tanah jarang yang akan dimulai melalui groundbreaking pada 20 Mei 2026. Pabrik mineral yang diburu dunia ini merupakan bagian dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Direktur Utama Timah Restu Widiyantoro menjelaskan pembangunan pabrik ini menjadi tonggak baru bagi perusahaan, mengingat selama ini pengolahan mineral tanah jarang belum pernah dilakukan.

"Dan ini yang tantangan paling utama karena pemerintah sekarang Bapak Presiden sudah bahkan yang paling dekat tanggal 20 Mei memerintahkan kami untuk groundbreaking untuk proyek pabrik mineral tanah jarang," kata Restu dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI, dikutip Rabu (8/4/2026).

Restu membeberkan, Prabowo telah memberikan arahan langsung agar proyek ini segera direalisasikan, dengan target percepatan monetisasi. Setidaknya, dalam waktu paling lambat dua tahun setelah pembangunan dimulai, pabrik tersebut sudah mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi.

"Groundbreaking-nya akan dilakukan nanti tanggal 20 Mei dan Pak Presiden sudah memerintahkan harus monetisasi selama paling cepat atau paling lambat dua tahun harus ada produk monetisasinya. Artinya sudah bisa menghasilkan uang untuk negara," ujarnya.

Menurut dia, pengelolaan mineral tanah jarang merupakan hal yang relatif baru bagi perusahaan. Namun demikian, pihaknya optimistis dapat mengembangkan sektor tersebut dengan berbekal pengalaman puluhan tahun dalam mengelola komoditas timah.

"Hanya yang dibutuhkan adalah rasa pede untuk siap dan berani mengelola karena itu memang nilainya luar biasa," katanya.

Adapun, nilai ekonomi mineral ikutan timah berpotensi meningkat hingga puluhan kali lipat apabila berhasil diolah menjadi produk bernilai tinggi. Misalnya seperti untuk kebutuhan pembangkit listrik, energi surya, hingga bahan baku kendaraan listrik.

"Dan ini tantangan bagi kami di PT Timah. Untung kami beruntung sekarang ada partner kami yang sebelumnya kami puluhan tahun sendirian sekarang sudah ada Perminas yang dibentuk oleh pemerintah dalam beberapa bulan ini dan sudah mulai bersama dengan kami untuk mengeksekusi program-program pemerintah," katanya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]


Most Popular
Features