Pembangunan Tol Harbour Road II Capai 32,31%, WIKA Ungkap Tantangan
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebagai kontraktor Jalan Tol Ancol Timur - Pluit (Elevated) atau Tol Harbour Road II mengungkapkan kemajuan konstruksi telah mencapai 32,31%. Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito, menyampaikan sejumlah tantangan konstruksi yang dihadapi WIKA dalam membangun proyek ini.
"Salah satu tantangan yang kami hadapi dalam konstruksi ini adalah lambatnya pembebasan lahan karena sebagian besar adalah pemukiman di Ancol," jelas Agung dalam Site Visit Harbour Road II di Ancol, Senin (6/4/2026).
Agung memastikan WIKA memegang komitmen untuk mempercepat konstruksi saat lahan telah siap. Apalagi dia menambahkan bahwa penugasan yang dikerjakan WIKA selalu dikerjakan dengan baik.
Foto: Site Visit Harbour Road II di Ancol, Senin (6/4/2026)/Teti Purwanti |
Dalam kesempatan yang sama, Manager Proyek Tol Harbour Road 2, Hari Purnama juga menegaskan selain pembebasan lahan yang belum rampung, lokasi proyek yang berada di perkotaan juga menjadi tantangan.
"Lahan yang bebas baru 45% selain itu lokasi pembangunan proyek ini ada yang bersinggungan dengan Lahan KAI dan juga jalan tol, serta pemukiman warga. Kami ingin memastikan pembangunan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat," tegas Hari.
Sebagai informasi, tol elevated atau layang sepanjang hampir 10 km ini dirancang dengan standar kecepatan 80 km/jam, lebar lajur 3,5 meter, dan dilengkapi junction di Ancol Timur serta Pluit, termasuk ramp penghubung dengan Harbour Road I. Pembangunan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026, dengan masa konstruksi 1.697 hari kalender dan masa pemeliharaan 730 hari.
Jalan tol ini bukan sekadar menambah kapasitas lalu lintas, tetapi juga memperkuat jaringan empat lingkar jalan tol Jabodetabek (Ring 1, Ring 2, JORR 1, dan JORR 2). Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi barang diharapkan lebih efisien sehingga daya saing ekonomi nasional ikut meningkat.
Foto: Site Visit Harbour Road II di Ancol, Senin (6/4/2026)/Teti Purwanti