Video

Video: B50 Dimulai 1 Juli, Petani Sawit Siap Penuhi 19 Juta Ton CPO

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
06 April 2026 10:15

Jakarta, CNBC Indonesia- Sektor energi menjadi salah satu sektor yang terdampak besar akibat perang Timur Tengah yang melibatkan Iran Vs Amerika serikat & Israel.

Ketegangan Timur Tengah yang mengakibatkan penutupan Selat Hormuz sebagai jalur perlintasan penting bagi distribusi logistik telah mengerek harga minyak mentah dan gas dunia. Hal ini tentu saja mengancam pasokan energi global termasuk RI yang masih mengandalkan impor minyak mentah, BBM dan LPG.

Di tengah kenaikan harga minyak mentah ini, sektor sawit RI sebagai pemasok Crude Palm Oil (CPO) utama disebut Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Manurung memiliki peluang untuk memanfaatkan minyak nabati sawit sebagai sumber energi alternatif melalui biodiesel.

Oleh karena itu Apkasindo mendukung upaya pemerintahan Presiden Prabowo mengembangkan biodiesel melalui penerapan B50 dari sebelumnya B40. Apkasindo memastikan kesiapan petani sawit untuk membantu memenuhi kebutuhan 18-19 juta ton CPO untuk B50

Meski demikian sektor sawit memerlukan dukungan pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak sawit di sektor hulu sehingga kebutuhan CPO untuk B50 maupun untuk ekspor dan pangan dapat tercukupi. Hal ini perlu dilakukan mengingat program replanting melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) "gagal total" karena terganjal aturan.

Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Manurung dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 06/04/2026)