MARKET DATA
Internasional

Kedubes Negara Arab Ini Diserbu Massa, Disebut "Zionis"

tps,  CNBC Indonesia
06 April 2026 15:40
A United Arab Emirates guard stands during the opening ceremony for the new UAE embassy, in Tel Aviv, Israel, Wednesday, July 14, 2021. The UAE formally opened its embassy less than a year after the two countries announced they would establish open relations. (AP Photo/Ariel Schalit)
Foto: AP/Ariel Schalit

Jakarta, CNBC Indonesia - Massa dalam jumlah besar dilaporkan menyerbu dan melakukan aksi vandalisme di kantor Kedutaan Besar Uni Emirat Arab (UEA) serta kediaman kepala misinya di Damaskus, Suriah. Puluhan pengunjuk rasa tersebut merangsek maju sambil meneriakkan kecaman terhadap keberadaan kantor diplomatik tersebut.

Berdasarkan pantauan Reuters di lokasi pada Jumat, puluhan pedemo mulai berkumpul di depan gedung kedutaan pada tengah hari. Massa yang tersulut emosi terdengar meneriakkan yel-yel "kedutaan Zionis" sebagai bentuk protes terhadap negara tersebut.

Seorang pejabat keamanan Suriah mengungkapkan bahwa insiden bermula saat sebagian massa memisahkan diri dari demonstrasi pro-Palestina yang lebih besar di Alun-alun Umayyad yang letaknya berdekatan. Kelompok ini kemudian mencoba menyerbu masuk ke area kedutaan.

"Pasukan keamanan internal mencegah mereka melakukan hal tersebut dan telah menangani situasi yang ada," ujar pejabat tersebut dengan syarat anonim karena tidak memiliki wewenang untuk berbicara kepada media, dikutip Senin (6/4/2026).



Menanggapi kejadian tersebut, Uni Emirat Arab pada Sabtu secara resmi mengutuk keras apa yang mereka sebut sebagai kerusuhan, tindakan vandalisme, dan penyerangan di luar kedutaan serta kediaman kepala misinya. Mengutip pernyataan resmi kementerian luar negerinya, UEA menuntut tanggung jawab penuh dari pemerintah setempat.

"Kementerian Luar Negeri UEA menyerukan kepada Suriah untuk memenuhi kewajibannya dalam mengamankan kedutaan dan stafnya, menyelidiki insiden tersebut, serta meminta pertanggungjawaban para pelakunya," tulis kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan resmi.

Di sisi lain, pihak Suriah memberikan tanggapan melalui kementerian luar negerinya pada Jumat malam. Meskipun tidak menyebutkan insiden UEA secara spesifik, kementerian menekankan pentingnya keamanan diplomatik di wilayah mereka.

"Suriah mengambil sikap tegas dan tidak tergoyahkan terhadap setiap serangan atau upaya untuk mendekati kedutaan dan misi diplomatik," tegas Kementerian Luar Negeri Suriah dalam pernyataannya mengutip Reuters.

Aksi protes ini sendiri meletus di seluruh penjuru Suriah setelah parlemen Israel meloloskan undang-undang hukuman mati dengan cara gantung bagi warga Palestina yang divonis melakukan serangan mematikan oleh pengadilan militer.

Kondisi ini menambah tekanan bagi UEA yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Accords pada 2020. Sejak saat itu, hubungan diplomatik keduanya terus diuji seiring dengan pergeseran politik Israel ke arah kanan yang lebih keras.

(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Mengaku Siapkan Rumah Hambalang untuk Raja Yordania


Most Popular
Features