Selat Hormuz Makan Korban, Jenazah Ditemukan di Kapal Kargo

Aziza Zahwa, CNBC Indonesia
Minggu, 05/04/2026 20:45 WIB
Foto: Peta yang menunjukkan Selat Hormuz dan Iran terlihat di belakang jaringan pipa minyak cetak 3D dalam ilustrasi. (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sisa jenazah manusia ditemukan di atas kapal kargo berbendera Thailand yang sebelumnya diserang di Selat Hormuz. Informasi ini disampaikan oleh otoritas Thailand dan pemilik kapal, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Kementerian Luar Negeri Thailand menjelaskan, tim pencari menemukan jenazah tersebut di kapal bulk carrier Mayuree Naree dalam operasi penyisiran kedua. Proses pencarian dilakukan dalam kondisi sulit, termasuk kerusakan parah akibat kebakaran serta banjir di ruang mesin kapal.

Melansir Independent, perusahaan pemilik kapal Precious Shipping, mengonfirmasi bahwa "Sisa-sisa tubuh manusia ditemukan di dalam area yang terdampak di kapal tersebut," tetapi pihaknya mengatakan belum dapat menentukan jumlah orang atau identitas mereka, menurut AFP dikutip Minggu (5/4/2026).


Insiden ini terjadi selama periode peningkatan konflik regional. Serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari diikuti oleh tindakan balasan dari Teheran, yang secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak global.

Garda Revolusi Iran mengatakan pada bulan Maret bahwa mereka telah menargetkan Mayuree Naree dan sebuah kapal berbendera Liberia karena kapal-kapal tersebut mengabaikan "peringatan".

Diketahui, kapal Mayuree Naree berangkat dari Pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab dan melintasi Selat Hormuz tanpa membawa muatan saat insiden terjadi.

Dewan Keamanan PBB menunda pemungutan suara yang direncanakan pada hari Jumat mengenai otorisasi penggunaan kekuatan "pertahanan" untuk melindungi pelayaran di jalur air tersebut dari serangan lebih lanjut.

Precious Shipping mengatakan kapal tersebut diasuransikan terhadap risiko perang dan tidak memperkirakan insiden tersebut akan berdampak finansial yang signifikan atau mengganggu operasi secara keseluruhan pada tahap ini.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Hormuz Bukan Medan Mudah Bagi AS