MARKET DATA
Internasional

Iran Respons Tantangan Trump, Siap Adu Serangan Menghancurkan

luc,  CNBC Indonesia
02 April 2026 20:05
Bendera Iran berkibar saat api dan asap dari serangan Israel terhadap depot minyak Sharan membubung, menyusul serangan Israel terhadap Iran, di Teheran, Iran, 15 Juni 2025. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Foto: Bendera Iran berkibar saat api dan asap dari serangan Israel terhadap depot minyak Sharan membubung, menyusul serangan Israel terhadap Iran, di Teheran, Iran, 15 Juni 2025. (via REUTERS/Majid Asgaripour)

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran mengancam akan melancarkan serangan "menghancurkan" terhadap Amerika Serikat dan Israel, menyusul pernyataan keras Presiden Donald Trump,yang berjanji akan "membombardir" Republik Islam tersebut hingga "kembali ke Zaman Batu".

Perang yang telah berlangsung lebih dari sebulan itu bermula dari serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran, dan sejak itu meluas ke berbagai wilayah Timur Tengah serta mengguncang perekonomian global, berdampak pada ratusan juta orang di seluruh dunia.

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Rabu (1/4/2026) malam waktu setempat, Trump mengatakan AS "sangat dekat" untuk mencapai tujuannya, tetapi memperingatkan bahwa serangan akan ditingkatkan jika Iran tidak menyetujui penyelesaian melalui negosiasi.

"Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat yang pantas bagi mereka," kata Trump.

Respons Iran berlangsung cepat. Sistem pertahanan udara Israel langsung diaktifkan setelah rudal diluncurkan menuju Tel Aviv. Polisi Israel juga merespons "beberapa" lokasi jatuhnya proyektil, sementara empat orang dilaporkan mengalami luka ringan di wilayah tersebut.

Pusat komando militer Iran, Khatam Al-Anbiya, melalui siaran televisi pemerintah, memperingatkan AS dan Israel untuk bersiap menghadapi tindakan yang lebih besar. Pernyataan itu menyebutkan akan ada "tindakan yang lebih menghancurkan, lebih luas, dan lebih destruktif".

"Dengan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, perang ini akan berlanjut hingga penghinaan Anda, aib, penyesalan permanen dan pasti, serta penyerahan diri," demikian isi pernyataan tersebut, dilansir AFP.

Trump sebelumnya membuka kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah mendorong kenaikan harga bahan bakar di AS dan dunia serta menekan tingkat persetujuan publik terhadap dirinya. Ia mengatakan pembicaraan mungkin dilakukan dengan kepemimpinan baru Iran yang disebutnya "kurang radikal dan jauh lebih masuk akal" dibanding pendahulunya.

Namun Teheran menolak pendekatan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan tuntutan Washington bersifat berlebihan.

"Pesan telah diterima melalui perantara, termasuk Pakistan, tetapi tidak ada negosiasi langsung dengan Amerika Serikat," ujarnya kepada kantor berita ISNA.

Trump memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan, Washington telah "mengincar target-target utama termasuk pembangkit listrik negara itu". Di sisi lain, warga propemerintah Iran menunjukkan sikap menantang dalam prosesi pemakaman komandan angkatan laut Garda Revolusi yang tewas akibat serangan Israel.

"Perang ini telah berlangsung sebulan. Berapa pun lamanya, kami akan terus melanjutkan," kata Moussa Nowruzi, seorang pensiunan berusia 57 tahun. "Kami akan bertahan hingga akhir."

 

(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Deretan "Dosa" Besar Israel di 2025: Serang Negara Arab hingga Eropa


Most Popular
Features